Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Jadi Alternatif Agregat, Kenali Lapisan Semen Komposit Tanah pada Perkerasan Jalan - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

Jadi Alternatif Agregat, Kenali Lapisan Semen Komposit Tanah pada Perkerasan Jalan

KOMPAS.com – Direktur Jenderal (Ditjen) Jalan Kementerian PUPR telah mengkaji potensi penggunaan Semen Lapisan Dasar (LPSKT) sebagai alternatif pengganti Subtipe Lapisan Pondasi pada jalan.

Read More : KPK Usut Pengumpulan Uang oleh ASN untuk Kepentingan Pilkada Rohidin Mersyah

Hal ini merupakan bagian dari inovasi pembangunan infrastruktur jalan dan peningkatan konektivitas jaringan regional dan jalan nasional.

“LPSKT merupakan campuran tanah, semen, air dan bahan tambahan bila diperlukan untuk menghasilkan bahan semen baru yang memiliki ikatan kuat dan terpisah (tidak tentu),” jelas Kepala Balai Besar Penegakan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan ( Sulsel ) kata Asep Syarip Hidayat dari Dirjen Jalan, Kamis (16/05/2024).

Menurutnya, banyak daerah terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau dengan peralatan umum, sehingga salah satu solusinya adalah dengan menggunakan teknik asbuton LPSKT.

Saat ini teknologi LPSKT dibuat dengan bahan tambahan yang bisa berupa air maupun bubuk yang keduanya berfungsi sebagai pengganti semen.

“Karena sulitnya membuat material sambungan kelas A dan B, kami ingin menggunakan LPSKT sebagai dasar pembuatan jalan ini. Untuk konstruksinya dilapisi aspal dan terpal.

Baca juga: Tahu Buton Banyak Aspal dan Banyak Hasil Olahannya

Read More : Tren Pasar Perumahan Menunjukkan Pergeseran Ke Teknologi

Asep menambahkan, teknologi menggunakan LPSKT juga memiliki keunggulan, sehingga biaya penggunaannya lebih murah dan waktu pembangunannya lebih cepat dibandingkan lapisan Subgenera Foundation.

Selain itu penggunaan LPSKT mempunyai kekuatan yang sangat tinggi dan cocok untuk konstruksi yang membutuhkan material yang kuat dan tahan lama.

Teknologi LPSKT telah dikembangkan di beberapa negara di Indonesia seperti Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera dan Papua.

“Di Sulsel sendiri, strategi ini baru pertama kali diterapkan yaitu Kompleks Pembangunan Jalan Sabbang-Tallang-Sae (Akses Seko) yang akan dimulai pada tahun 2023,” tutupnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan langsung di ponsel Anda. Pilih akses ke saluran berita favorit Anda Kompas.com Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *