Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Posisi Tuas Transmisi yang Benar Saat Mobil Stop and Go di Tanjakan - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Posisi Tuas Transmisi yang Benar Saat Mobil Stop and Go di Tanjakan

 

Read More : SP NEWS GLOBAL Merek Jam Tangan yang Paling Sering Terlihat di Euro 2024

KLATEN, KOMPAS.com – Pengemudi harus memperhatikan perubahan posisi tuas persneling pada mobil matic atau manual sesuai dengan kebutuhannya. Posisi girboks yang salah, apalagi saat menanjak, bisa berakibat fatal.

Selain membutuhkan tenaga dan torsi yang tinggi, juga harus dioperasikan dengan baik agar tidak terjadi kecelakaan saat berkendara. Lantas, bagaimana posisi tuas persneling yang benar saat berhenti dan menuruni tanjakan?

Hardi Wibowo, Pemilik Aha Motor Yogyakarta, mengatakan saat mobil terjebak di tanjakan, banyak situasi yang terjadi, mulai dari kendaraan berhenti hingga memulai kembali.

Baca juga: Bahaya Menggunakan Rem Parkir Saat Terjebak di Tanjakan

“Mobil berhenti dalam waktu lama berarti pengemudi harus menempatkan tuas persneling pada posisi netral untuk menghindari kerusakan pada komponen tahan lama pada lapisan kopling, dibandingkan menahan mobil dengan menginjak rem tangan,” kata Hardi. Kompas.com, Minggu (29 September 2024).

Menurut Hardi, lapisan kopling bisa cepat aus dan terbakar saat berkendara di lereng setengah kopling pada mobil manual, sehingga cara tersebut kurang cocok.

“Untuk menghentikan mobil di tanjakan, pertahankan tuas di D. Lama kelamaan bantalan kopling aus, putaran mesin tinggi menyebabkan oli transmisi terlalu panas, dan tenaga berkurang,” kata Hardi.

Baca juga: Video Daihatsu Ayla Melewati Bukit Terjal Tanpa Kendala

Menurut Hardi, jika mobil tidak dilengkapi penahan rem otomatis, menekan pedal rem dalam waktu lama akan meningkatkan risiko mobil tergelincir.

– Menurut saya berkendara di kemacetan itu melelahkan, kalau pengemudi terus menginjak pedal rem lama-lama akan cepat lelah dan pegal, akan lebih nyaman dan aman menginjak rem tangan – ujarnya. Kuat.

Read More : Fahira Idris Ungkap 4 Poin Krusial agar Aturan Pembatasan Akun Medsos Anak Efektif

Menurut Hardi, sebelum melaju, konsumen sebaiknya memperhatikan posisi tuas persneling sebelum mempercepat kendaraan dengan menekan pedal gas dalam-dalam.

Baca Juga: Ingatlah untuk selalu menjaga jarak aman saat berkendara di jalan landai

“Enggak niat mau maju, tapi posisi tuas persneling sampai R, pedal gas mobil malah mundur, bukannya naik, fatal, tapi bisa dilakukan dengan panik. Itu terjadi,” kata Hardi.

Hardi mengatakan, pengemudi mobil matic bisa menggunakan posisi 1/L/S/D2 untuk berkendara menanjak. Sedangkan mobil manual bisa menggunakan gigi 1, perhatikan putaran mesin dan lepas pedal kopling secara perlahan.

“Injak pedal gas jangan terlalu dalam, tapi antara 2000-3000 rpm saja, ikuti kecepatan mobil semaksimal mungkin meski sedang berlari, jika dirasa mudah segera naik ke sisi yang lebih tinggi untuk pengendalian manual. kalau bisa otomatis kembali ke D,” kata Hardi.

Baca Juga: Ini Akibat Saat Menanjak Tanjakan Terjal Posisi Tuas Persneling Tetap di D

Menurut Hardi, putaran mesin berlebihan tidak diperlukan karena hanya membuang bahan bakar. Sedangkan kecepatan mobil tetap lambat karena dibatasi oleh rasio akselerasi pada transmisi.

Periksa rasio gigi yang buruk atau Anda akan melihat slip karena putaran poros input lebih dari yang diharapkan dan lapisan pada transmisi otomatis lebih rentan aus, kata Hardi. Dengarkan berita terkini dan penawaran berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *