Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

Mata Merah Kiri Kanan Bisa Jadi karena Alergi, Ini Penjelasan Dokter - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Mata Merah Kiri Kanan Bisa Jadi karena Alergi, Ini Penjelasan Dokter

KOMPAS.com – Kemerahan pada mata kanan dan kiri pada anak secara bersamaan bisa jadi disebabkan oleh alergi, bukan karena virus atau bakteri.

Read More : Buah Apa Saja yang Menaikkan Gula Darah? Berikut 5 Daftarnya…

Dokter mata mengatakan: “Anak mengeluh gatal, tidak terlalu merah, tidak terlalu nyeri, biasanya terjadi pada kedua mata. Mata kanan dan kiri merah dan gatal. Kita curigai anak itu alergi.” Gisela H. Anissa, Sp.M, seperti ditulis Antara.

Menurut Gisla, banyak alergen di lingkungan yang bisa membuat mata seseorang menjadi merah, seperti debu, cairan, atau tungau debu.

Baca juga: 8 Penyebab Mata Merah Sebelah Kiri dan Cara Menghilangkannya

Oleh karena itu, bagi yang mengalami alergi sebaiknya segera mencari penyebabnya untuk mencegah terulangnya penyakit mata merah di kemudian hari.

“Pengobatan akan menghilangkan masalah tersebut karena jika masih terkena sumber alerginya, maka akan terulang kembali di kemudian hari,” kata dokter yang tergabung dalam Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) cabang DKI Jakarta itu. ).

Selain alergi, penyebab mata merah yang paling umum adalah infeksi virus. Virus ini sama dengan penyebab flu biasa.

Iritasi mata biasanya terjadi sebelum batuk atau pilek atau setelah batuk atau pilek hilang. Gejala lainnya adalah sakit tenggorokan, demam.

Lalu penyebab mata merah lainnya adalah infeksi bakteri. Untuk membedakan mata merah yang disebabkan oleh virus atau bakteri, biasanya terlihat pada kotoran yang dihasilkan kelenjar air bercampur debu, minyak, lendir dan sel kulit mati (luka).

“Kalau bakteri, nodanya kuning, lengket, pinggiran warnanya agak kuning. (Kelopaknya) susah dibuka. Sedangkan kalau karena virus, nodanya putih,” kata Gisela.

Baca juga: Apa saja tanda-tanda mata merah pada bayi baru lahir?

Gisela mengatakan, mata merah akibat virus biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun dokter biasanya memberikan obat tetes buatan kepada pasien untuk menghilangkan virus dari permukaan mata secepat mungkin.

Read More : Asam Urat Tinggi Menyebabkan Apa? Berikut 7 Daftarnya…

Alternatifnya, bila disebabkan oleh bakteri, bisa diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik.

Mata merah merupakan salah satu penyakit mata yang paling umum terjadi pada bayi dan balita. Ini adalah peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata atau konjungtiva.

Penderita biasanya mengeluhkan kelopak mata bengkak dan sulit terbuka akibat keluarnya cairan atau cairan encer berwarna putih kekuningan.

“Jadi saat tidur, cairan menumpuk di kelopak mata, sehingga saat bangun tidur sulit membuka kelopak mata. Mata bayi dan anak kecil agak kendor, bengkak, berair. Suka digosok karena gatal.” V., bercaknya putih atau kuning,” kata Gisela.

Ia mengingatkan, hal terpenting yang harus dilakukan ketika pertama kali mendapat kasus anak bermata merah adalah memintanya untuk menjaga kebersihan tangannya. Khusus pada bayi dan balita, sebaiknya orang tua menjaga kebersihan tangan anak.

Kemudian, jika hanya salah satu matanya saja yang merah, anjurkan anak Anda untuk menggunakan tisu untuk membersihkan cairan kuning pada matanya, dan membuang tisu tersebut ke tempat sampah.

Katanya: “Tisu tersebut segera dibuang. Jangan digunakan untuk membersihkan mata yang lain, karena virus atau bakteri mudah menular. Setelah itu, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.”

Hal lainnya adalah jangan menaruh apapun selain obat ke mata. Caranya dengan merendam daun tertentu ke dalam air, misalnya sirih atau tilang.

“Kami tidak menyarankan air rendaman pada daun honeysuckle dan bunga telang. Kami belum tahu apakah air basah pada daun tersebut mengandung bakteri atau bahkan jamur,” kata Gisela. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *