Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Proyek Jalan di Perbatasan RI-Timor Leste Rp 245,7 Miliar Terkendala Longsor - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Sports

Proyek Jalan di Perbatasan RI-Timor Leste Rp 245,7 Miliar Terkendala Longsor

KUPANG, KOMPAS.com – Proyek pembangunan jalan Oenaek-Saenam-Nunpo (Haumeni Ana) sepanjang perbatasan Indonesia-Timor Timur dengan pagu anggaran 245,7 miliar. rupee, terhalang tanah longsor. 

Read More : Joshua Nurse Bergabung ke Bali United Basketball

Proyek sepanjang 35,32 kilometer ini terletak di wilayah Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan dilaksanakan oleh KSO PT Lince-Maju Jaya. 

Project Manager PT Lince Maju Jaya Aloysius Hengki Kurniawan mengatakan, progres paket tersebut hari ini mencapai 70,21 persen. 

“Sebenarnya permasalahannya banyak yang longsor dan ada kawasan hutan yang tidak bisa digarap 100 persen. Ini yang jadi masalah,” kata Aloysius kepada Kompas.com di Saenam, kawasan Timor Tengah Utara. Pada Rabu (13-03-2024). 

Baca juga: Jalan Perbatasan Indonesia-Timor Timur Sepanjang 292 Kilometer Telah Dibangun

Meski ada kendala, kemajuan terus berlanjut. “Ada opsi untuk melanjutkan agregat dan hotmix,” ujarnya. 

Hengki menjelaskan, ada beberapa titik longsor yakni di kawasan Manusasi dan luar Gua Maria, serta di Oelmuk.

Khusus di Oelmuk, longsor terjadi pada tahun 2021 badai Seroja mencapai daerah tersebut. Namun longsor kembali terjadi di titik yang sama. 

Pengerjaan proyek jalan tersebut dimulai pada September 2022 dan dijadwalkan selesai pada Agustus 2024.

Namun melihat kemajuan dan sejumlah kendala, Hengki berencana mengusulkan perpanjangan pengerjaan hingga 2024. pada bulan Desember 

Pekerjaan yang dilakukan: pengisian dan pengisian, pengisian opsional, pengisian b, pengisian a dan campuran panas. 

Read More : GLOBAL NEWS Indonesia Para Badminton Internasional 2024: Raih 10 Emas, Indonesia Juara Umum Tiga Tahun Berturut-turut

Baca juga: Basuki Minta Kontraktor Perhatikan Kemiringan Saat Bangun Jalan Perbatasan Kalbar

“Kami berharap proyek ini selesai tepat waktu, dengan kualitas yang tepat, pendanaan yang tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat TTU,” tambah Hengki.

Dengan cara ini, sektor barat Jalan Sabuk Merah juga dapat dihubungkan. 

Saat dihubungi terpisah, Fahrudin, Kepala Daerah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTT, mengatakan kendala proyek tersebut sedang dibahas. 

“Kami akan membahas penanganan longsornya,” kata Fahrudin kepada Kompas.com melalui telepon, Jumat (15/3/2024) pagi. 

Sedangkan untuk jalan di kawasan hutan, ruas utama masih menunggu proses dari Perhutani untuk mendapatkan izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penetapan Wilayah Kerja (PAK). 

  Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *