Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Aakriti Infraa Solutions

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

Erura

dagelan4d

Berencana Kurangi Anggaran Besar, Elon Musk Siap Rombak Birokrasi AS - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Berencana Kurangi Anggaran Besar, Elon Musk Siap Rombak Birokrasi AS

WASHINGTON, D.C., KOMPAS.com – Elon Musk adalah salah satu pengusaha terkaya di dunia dan kini memainkan peran utama dalam pemerintahan AS setelah mendukung pencalonan Donald Trump untuk Gedung Putih. 

Read More : Dubes Hamianin: Rusia Seminggu Jatuhkan Lebih dari 1.100 Bom di Ukraina

Sebelumnya, Musk mengusulkan pembentukan Departemen Efisiensi Pemerintahan, dengan tujuan memotong anggaran federal AS sebesar $2 triliun. 

Meski belum ada rincian lebih lanjut mengenai bagaimana rencana tersebut akan dilaksanakan, namun janji besar Musk mencerminkan ambisinya yang luar biasa di dunia bisnis.

Baca Juga: Donald Trump Tunjuk Elon Musk Sebagai Menteri Efisiensi Pemerintahan AS, Apa Tanggung Jawabnya?

Musk, yang dikenal sebagai CEO SpaceX dan Tesla serta pemilik X (sebelumnya Twitter), akan memimpin inisiatif ini bersama Vivek Ramaswamy, pengusaha sukses lainnya, menurut AFP. 

Musk dan Ramaswamy diharapkan dapat memberikan masukan dan bimbingan dari luar pemerintahan untuk mengefektifkan birokrasi.

Keputusan Musk untuk mendukung Trump mewakili perubahan besar dalam pandangan politiknya. 

Musk, sosok yang terkenal dengan kesuksesannya di bidang kendaraan listrik dan industri teknologi, sebelumnya meninggalkan dewan penasihat presiden pada tahun 2017 setelah Amerika Serikat menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris sebagai respons terhadap kebijakan perubahan iklim Trump. 

Namun, beberapa tahun kemudian, Musk menjadi salah satu pendukung terbesar Trump, bahkan menghabiskan lebih dari $100 juta untuk mendukung kampanye Trump pada tahun 2024.

Musk telah menggunakan platform X, yang memiliki lebih dari 200 juta pengikut, untuk menyebarkan pesan-pesan pro-Trump serta informasi yang salah tentang imigrasi ilegal dan pemilu.

Kepemilikan baru Musk menimbulkan kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan, karena banyak perusahaan yang dijalankannya, seperti SpaceX dan Tesla, memiliki hubungan dengan pemerintah AS dan asing. 

Read More : Jika Diperlukan, PM Starmer: Inggris Siap Kirim Pasukan ke Ukraina

Baca juga: Elon Musk dukung upaya Trump mencari calon pimpinan Senat AS

Selain itu, muncul pertanyaan besar tentang bagaimana Musk akan mengatur waktunya dalam peran barunya ini sambil menjalankan berbagai perusahaan besar miliknya.

Lahir di Pretoria, Afrika Selatan pada 28 Juni 1971, Musk memulai karirnya di usia muda dengan mendirikan Zip2, sebuah perusahaan perangkat lunak penerbitan online yang kemudian dijual ke Compaq. 

Keberhasilan awal ini membuka jalan bagi usaha selanjutnya seperti X.com (yang kemudian bergabung dengan PayPal dan dijual ke eBay). Musk kemudian mendirikan SpaceX dan menjadi ketua Tesla, dua perusahaan yang kini menjadi pilar utama inovasi teknologi dan transportasi.

Dengan ambisi luar biasa untuk menjadikan manusia sebagai spesies antarplanet, Musk saat ini sedang mengembangkan Starship, roket terbesar di dunia yang dirancang untuk membawa manusia ke Mars dan luar angkasa.

Meskipun sukses, Musk tetap menghadapi kontroversi, termasuk pelanggaran visa dan masalah kebijakan imigrasi ilegal yang masih menjadi inti kampanye Trump.

Baca juga: Sejauh Mana Elon Musk Membantu Donald Trump Memenangkan Pilpres AS?

Selain karirnya yang berprestasi, Musk juga dikenal dengan kehidupan pribadinya yang menarik, telah menikah dan bercerai sebanyak tiga kali serta memiliki 12 anak, salah satunya meninggal saat masih bayi. Dengarkan berita terkini dan pilihan terbaik kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *