Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

Wamendagri Ungkap Pilkada Serentak Sebabkan Pengawasan Lemah dan Isu Lokal Terpinggirkan - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Wamendagri Ungkap Pilkada Serentak Sebabkan Pengawasan Lemah dan Isu Lokal Terpinggirkan

Jakarta, Kompas. KAM – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengakui sistem pemilukada satu kursi, seperti halnya Pilkada 2024, memiliki sejumlah kelemahan.

Read More : Seorang WNI di Jepang Meninggal karena Ditusuk, Diduga Korban Perampokan

Menurut Bhima Arya, kelemahan pertama adalah lemahnya kontrol terhadap pilkada, karena pilkada dilaksanakan di banyak daerah dalam waktu bersamaan.

“Yang paling penting kelemahan pengawasannya, pemainnya banyak, tapi sumber daya pengawasannya sama,” kata Bima dalam forum di kawasan Mating Jakarta, Selasa (19/11/2024).

Bima melanjutkan, kelemahan lain yang terlihat jelas adalah permasalahan lokal tidak mendapat perhatian di tingkat nasional.

Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, Kemendagri Komitmen Jaga Netralitas ASN

Ia mengatakan, upaya tersebut terwujud berkat pesatnya pertukaran informasi dari 545 daerah pada Pilkada yang sama pada tahun 2024.

“Nah, hari ini arus kasusnya sangat kompleks, saya ingatkan lebih dari 500 kota provinsi, masing-masing saling membatalkan. Ada yang memperhatikan saat debat di Jakarta, ada yang pergi, dan banyak lagi. ” kata Bima.

Para politisi Partai Amanat Nasional ini belum melihat persoalan lingkungan hidup yang seharusnya membedakan satu calon dengan calon lainnya.

Akibatnya, harapan pemilih yang menginginkan calon pemimpin pembangunan daerah tidak bisa dipenuhi melalui pemilukada tunggal.

Read More : SP NEWS GLOBAL Pulang Kampung Setelah Purnatugas, Jokowi Belum Beli Tiket Pesawat ke Solo

Baca Juga: Pandangan Jelang Pilkada 2024

“Jadi dampak sentralisasi ini adalah dinamika lokal relatif tidak diketahui atau tidak ada, kapasitas organisasi terbatas, tata kelola pemerintahan lebih kompleks,” kata Bima.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung di seluruh negeri pada waktu yang sama tahun ini.

Sebelumnya, program pilkada telah dilaksanakan pada tahun 2015 dan dilanjutkan pada pilkada 2017, pilkada 2018, dan pilkada 2020.

Namun, seperti tahun ini, pilkada tidak dilaksanakan di semua daerah secara bersamaan.

Pada tahun 2024, total 545 daerah, 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota akan melakukan pemungutan suara bersama pada Rabu pekan depan (27/11/2024). Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *