Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Benarkah Sabuk Baja CVT Mobil Matik Lebih Mudah Putus? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Benarkah Sabuk Baja CVT Mobil Matik Lebih Mudah Putus?

SOLO, KOMPAS.com – Saat ini banyak mobil modern yang menggunakan transmisi otomatis (CVT) karena memberikan pengalaman berkendara yang mulus dan responsif serta membantu mengoptimalkan konsumsi bahan bakar.

Read More : Jadwal Layanan SIM, STNK dan BPKB di Polres Klaten Saat Libur Tahun Baru

Namun di balik kelebihan tersebut, beredar rumor bahwa sabuk baja atau sabuk baja CVT mudah putus, terutama pada merek Honda.

Menanggapi hal tersebut, Iwan, Pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic, mengatakan sabuk baja CVT pada beberapa mobil Honda mudah putus jika tidak dirawat dengan baik.

Baca Juga: Taksi Blue Bird Bekas BYD e6 Dijual, Apakah Bisa Diservis di Bengkel Resmi?

Harus diakui sabuk baja Honda CVT khususnya HR-V, Jazz GK5, BR-V dan Mobilio kurang kuat sehingga sering putus, kata Iwan kepada Kompas.com, Kamis (17/10/2024). ).

Meski begitu, Iwan menambahkan, sabuk baja CVT atau sabuk baja Honda akan lebih mudah putus jika dilakukan perawatan yang tidak teratur.

“Untuk menjaga steel belt CVT tetap awet, caranya adalah dengan mengganti oli secara rutin setiap 20.000 kilometer, menguras oli, dan mengganti filter setiap 40.000 kilometer,” kata Iwan.

Read More : [POPULER OTOMOTIF] Mobil Listrik MG Tabrak Booth di GIIAS Bandung 2024 | Begini Cara Blokir STNK Kendaraan yang Sudah Dijual | Uji Konsumsi BBM Suzuki Grand Vitara Rute Dalam Kota

Baca juga: Manfaatkan Fitur Hyptec HT untuk Perjalanan Jakarta-Bogor

Dengan perawatan yang baik maka pelumasan menjadi optimal sehingga dapat mengurangi gesekan antar komponen dan sabuk baja CVT dapat bertahan lebih lama.

Selain itu, Iwan juga mengatakan, pada banyak mobil, terutama Honda CVT, sabuk baja sering putus karena penggunaan yang tidak tepat.

Oleh karena itulah penting untuk mengendarai mobil CVT dengan baik dan benar untuk menjaga performa transmisi dan umur panjang. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *