Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Tak Sepakat Polri di Bawah Kemendagri, Mendagri: Kehendak Reformasi di Bawah Presiden - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Tak Sepakat Polri di Bawah Kemendagri, Mendagri: Kehendak Reformasi di Bawah Presiden

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mandagri) dan mantan Jenderal Polri (Pooren) Tito Karnavian mengaku menentang Polri berada di bawah Kementerian Dalam Negeri.

Read More : Skenario Jorge Martin Juara MotoGP 2024, Minimal Finis 9 Besar

Usulan agar Polri berada di bawah Kementerian Dalam Negeri awalnya diajukan oleh politisi PDI Perjuangan.

Saya protes, kata Tito di Istana Jakarta, Senin (2/12/2024).

Tito mengatakan, Polri sebenarnya memisahkan diri dari Kementerian karena adanya keinginan reformasi.

Baca Juga: PDI-P Tempatkan Polisi di Bawah Kemendagri, Menko Youssrile: Belum Ada Pembahasan

Oleh karena itu, kata dia, Polri berada langsung di bawah presiden, bukan kementerian.

Dia berkata: “Ya, karena selalu terpisah di bawah presiden, itulah tuntutan reformasi. Itu saja.” 

Gagasan menempatkan Polri di bawah TNI atau Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) disampaikan politikus PDIP Dedi Yuri Sitoros dalam jumpa pers, Kamis, 28 November 2024.

Read More : Komisi III DPR RI Minta Pengusutan Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok Berlangsung Transparan

Dedi mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk membawa Polri di bawah TNI atau Kementerian Dalam Negeri untuk mencegah campur tangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu).

Perlu diketahui, kami sudah menjajaki kemungkinan mendorong kembalinya Polri ke kendali Panglima TNI atau kembalinya Polri ke Kementerian Dalam Negeri, ujarnya.

Baca juga: Soal Polri di Bawah Kemendagri, Bimah Aria: Harus Diusut

Menurutnya, polisi seharusnya fokus melindungi masyarakat saat pemilu dan tidak menangani persoalan yang berada di luar kewenangannya.

“Ada departemen detektif yang tugasnya menyelidiki, menangani, dan menyelesaikan kasus pidana sebelum dibawa ke pengadilan. Selain itu, saya rasa tidak perlu karena negara memiliki banyak institusi yang bisa digunakan untuk melakukan hal tersebut. – katanya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *