Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

Balaji School of Sports Science - Sri Balaji University, Pune

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Tanggapan Hino Terkait Fenomena Kasus Kecelakaan Bus Bekas - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Tanggapan Hino Terkait Fenomena Kasus Kecelakaan Bus Bekas

JAKARTA, KOMPAS.com – Peristiwa yang kerap terjadi di sejumlah perusahaan jasa bus (PO) kerap mewarnai layanan transportasi di Indonesia saat ini.

Read More : Tanda-tanda Awal Korosi Mobil Setelah Terendam Banjir Rob

Bahkan, dari banyaknya kasus kecelakaan bus, diketahui kondisi kendaraan tersebut merupakan bus bekas. Bahkan, bus tersebut beberapa kali berganti pemilik.

Menariknya, kini praktik jual beli bus bekas yang sudah tidak layak pakai sepertinya masih menjadi fenomena yang marak di Indonesia. Faktanya, bus yang tidak laik jalan sangat membahayakan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Baca juga: Jadwal SIM Keliling Jakarta Minggu, Hanya di 2 Tempat Ini

Guntur Ngarah, Head of Sales Hino Motors Indonesia (HMSI), Divisi Bus, mengaku sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa bus bekas belakangan ini.

“Sejak kejadian ini, penumpang benar-benar takut untuk naik bus. Apalagi jika ingin menyewa bus, saat ini ada pelanggan yang mengatakan harus memiliki mobil untuk menjamin keselamatan, kata Guntur kepada Kompas.com, Jumat (8/11/2024).

Menurut Guntur, dari rentetan kasus kecelakaan yang melibatkan bus bekas saat diderek, faktor tersebut justru terjadi karena bus tersebut tidak dirawat.

Sebab, menggunakan bus bekas tidak menjadi masalah jika dirawat secara rutin.

Read More : Toyota Hilux Rangga Disulap Jadi Angkot Mikrotrans

Baca Juga: Apakah SIM KTP Bisa Diganti Saat Bayar Pajak Mobil?

“Misalnya kecelakaan di Subang saat itu dikatakan karena rem atau hal lain. Artinya bisa dibilang tidak dirawat dengan baik,” ujarnya.

Guntur juga menyampaikan, sebenarnya tidak ada larangan jual beli bus bekas dari pihak ATPM. Karena mereka adalah penjual, bukan penyelenggara.

Oleh karena itu, meski ATPM tidak bertemu langsung dengan PO, namun mereka selalu meminta para pedagang untuk menyampaikan pentingnya perawatan bus. Jadi, meski digunakan, bus tetap aman digunakan karena dirawat.

“Namun kami hanya bisa mengeluh, kami sampaikan melalui diler, kami meminta PO untuk tetap menjaga bus tersebut. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *