Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Aakriti Infraa Solutions

Superior cuts

dagelan4d

Kemlu: 83 WNI Masih Tinggal di Lebanon meski Siaga Satu - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Sports

Kemlu: 83 WNI Masih Tinggal di Lebanon meski Siaga Satu

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha mengatakan, masih ada 83 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tersisa di Lebanon.

Read More : Mobil Jeblos ke Selokan karena Banjir, Pengemudi Wajib Waspada

Hal itu disampaikan Judha saat menjelaskan perkembangan penanganan WNI di Lebanon yang masih menjadi zona konflik, saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin (12/2/2024).

“Sampai saat ini sudah dilakukan 7 gelombang evakuasi dari wilayah Lebanon. Total WNI yang masih berada di sini sebanyak 89 orang,” kata Judha, Senin, di Gedung DPR Indonesia.

Baca juga: Israel Serang Hizbullah di Perbatasan Suriah-Lebanon di Tengah Gencatan Senjata

Menurut Judha, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut saat ini menetapkan status siaga 1 untuk Lebanon.

Namun WNI tersebut memutuskan untuk tinggal di Lebanon atas kemauannya sendiri.

“83 WNI di Lebanon, atas pilihannya, tetap tinggal di sana,” kata Judha.

Israel telah melakukan serangan terhadap situs militer di Iran sebagai tanggapan atas serangan rudal Iran terhadap Israel sejak Oktober 2024. Ini adalah bentrokan terbaru dalam konflik yang berkembang antara kedua negara yang mempunyai senjata lengkap.

Menurut Reuters, beberapa jam setelah serangan itu, tentara Israel mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan itu dan mencapai tujuannya, sambil memperingatkan Iran untuk tidak menanggapinya.

Read More : Ingat, Waktu Istirahat Pemudik di Rest Area Jalan Tol Maksimal 30 Menit

Baca juga: Hizbullah Klaim ‘Kemenangan Ilahi’ Melawan Israel dan Janji Gencatan Senjata dengan Tentara Lebanon

Pada saat yang sama, kantor berita semi-resmi Iran mengatakan Iran akan merespons tindakan Israel secara proporsional.

Media Iran melaporkan beberapa ledakan selama beberapa jam di ibu kota dan pangkalan militer di dekatnya, yang dimulai tak lama setelah pukul 02:00 (22:30 GMT pada hari Jumat, 25 Oktober 2024).

Sebelum fajar, siaran publik Israel mengonfirmasi bahwa tiga gelombang serangan telah dilakukan dan operasi telah selesai.

Iran juga mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menangkis serangan Israel terhadap sasaran militer di provinsi Teheran, Khuzestan dan Ilam, dengan kerusakan terbatas di beberapa daerah. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *