Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Atasi Kurangnya Dokter Onkologi, Kemenkes akan Sekolahkan Dokter ke 4 Negara - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Atasi Kurangnya Dokter Onkologi, Kemenkes akan Sekolahkan Dokter ke 4 Negara

KOMPAS.com-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadik mengumumkan pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pemerintah China, India, Jepang, dan Korea untuk mengirimkan 100 dokter setiap tahunnya.

Read More : Vape untuk Berhenti Merokok: Apakah Benar Lebih Aman?

Seratus dari dokter ini akan berpartisipasi dalam program fellowship di berbagai bidang seperti kardiologi intervensi, dengan periode pelatihan berkisar antara 6 hingga 24 bulan.

Menkes mengatakan langkah ini disebabkan kurangnya dokter spesialis onkologi di Indonesia. Hal ini menyebabkan kurang optimalnya pengobatan kanker pada anak-anak dan orang dewasa, khususnya di Indonesia.

Baca Juga: Menkes: Deteksi Kanker Masuk Program Pemeriksaan Kesehatan Pemerintah

Minimnya dokter juga membuat distribusi alat kesehatan ke rumah sakit daerah menjadi sulit karena tidak adanya dokter spesialis yang bisa mengoperasinya.

Menkes dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/11/2024) “Masalah terbesar pengobatan kanker di Indonesia adalah dokter, kita kekurangan dokter onkologi.”

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengambil langkah berani dengan memulai program beasiswa dan mengembalikan perguruan tinggi tersebut kepada Kementerian Kesehatan (KKM).

“Karena kami ingin mempercepat program fellowship agar ahli penyakit dalam bisa melakukan kemoterapi,” jelas Menkes.

Read More : Kandungan Buah Alpukat: Sumber Lemak Sehat, Serat, dan Vitamin

Baca juga: Menkes: Taklukkan Kanker, RI Percepat Pengembangan Jaringan PET dan Cyclotron Scan

Pemerintah menerapkan kebijakan pengiriman dokter untuk belajar ke luar negeri karena terbatasnya kesempatan pendidikan di negeri ini untuk program beasiswa.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dokter yang mampu mengobati kanker, sehingga lebih banyak menyelamatkan pasien dari bahaya kanker karena penyakitnya diobati lebih awal.

Untuk mensukseskan program ini, Menkes menyebutkan pentingnya dukungan berbagai pihak, khususnya jajaran direksi. Tanpa dukungan dewan, sulit untuk melaksanakan program untuk meningkatkan jumlah spesialis yang memenuhi syarat untuk kemoterapi dan intervensi medis.

“Bagi sebagian kalangan, upaya ini tidak populer, namun kita harus ingat bahwa 234.000 orang meninggal setiap tahunnya,” pungkas Menkes. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *