Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

WhatsApp Digratiskan dan Tanpa Iklan, Uangnya dari Mana? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

WhatsApp Digratiskan dan Tanpa Iklan, Uangnya dari Mana?

KOMPAS.com – Berbagai pengembang aplikasi, atau perusahaan teknologi yang membuat aplikasi, kerap menghasilkan uang dengan memasukkan iklan ke dalam aplikasinya. Cara ini umumnya digunakan untuk aplikasi gratis.

Read More : Sidang Harvey Moeis, Eks Kepala PPATK Sebut Harta Sah Campur Hasil Tindak Kejahatan Bisa Disita

Untuk aplikasi berbayar, pengembang sering kali menawarkan layanan berlangganan untuk membuka fitur lanjutan aplikasi. 

Namun aplikasi chatting populer di bawah Meta Platforms yaitu WhatsApp tidak menggunakan kedua cara tersebut.

WhatsApp, sejak Facebook Inc. menemukannya, (sebelum berganti nama menjadi Meta), tidak menyertakan iklan atau menyediakan layanan berbayar.

Baca juga: Pendiri WhatsApp: Facebook Tolak Lamaran Saya

Lalu bagaimana Meta menghasilkan uang dan untung dari WhatsApp?

Dalam laporan kantor berita BBC, Wakil Presiden Pesan Bisnis Meta, Nikila Srinivasan, mengatakan WhatsApp masih mendapat untung, tapi bukan dari penggunanya, melainkan dari pelanggan bisnis (perusahaan). 

Saat ini, pelanggan bisnis membayar sedikit biaya untuk menikmati fitur tambahan yang tersedia di WhatsApp Business.

Tentu saja tujuannya adalah untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan WhatsApp dan meningkatkan komunikasi antara pelanggan dan perusahaan. 

Tujuan kami, jika pelanggan dan pebisnis bisa berkomunikasi dengan baik dan semuanya dilakukan dengan benar di WhatsApp, maka kedua belah pihak akan puas, kata Nikila, seperti dilansir BBC KompasTekno, Selasa (29/10/2024).

Read More : Awas, Abu Vulkanik Bisa Merusak Cat Bodi Mobil

Nikila mencontohkan sebuah perusahaan di India yang menawarkan layanan pemesanan atau pengambilan tiket transportasi langsung melalui WhatsApp. 

Perusahaan membayar sejumlah tertentu kepada WhatsApp untuk menyediakan layanan dan fitur tiket tanpa meninggalkan aplikasi WhatsApp. 

Tentu saja hal ini memudahkan pengguna tiket transportasi, misalnya kereta api, dan memudahkan perusahaan mendaftarkan penumpang di aplikasi WhatsApp.

“Dengan contoh seperti ini, kita dapat menerapkan interaksi yang berbeda di halaman media sosial perusahaan tanpa perlu keluar dari aplikasi WhatsApp. Jika pengguna ingin kembali mengobrol dengan keluarga, mereka dapat dengan mudah langsung kembali ke halaman obrolan lain,” kata Nikila.

Pelanggan korporat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai berbagai fitur WhatsApp Business dapat mengakses tautan berikut. Harga yang diberikan WhatsApp untuk masing-masing layanan tambahan ini dapat ditemukan pada tautan di bawah. 

Baca juga: Staff Talk Facebook, Instagram, dan WhatsApp diumumkan akan dihentikan di WhatsApp sejak 2018

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *