Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Musim Hujan, Pentingnya Cek Kondisi Ban Mobil - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Musim Hujan, Pentingnya Cek Kondisi Ban Mobil

JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa wilayah di Indonesia mulai diguyur hujan dengan intensitas yang bervariasi. Banjir terpantau di beberapa wilayah.

Read More : Bisakah Bayar Pajak Kendaraan 5 Tahunan Tanpa BPKB?

Sejumlah hal perlu diperhatikan sebelum keberangkatan, terutama bagi warga yang menggunakan kendaraan pribadi, terutama yang aktif bermobilisasi. Salah satunya adalah memastikan kondisi ban dalam keadaan baik.

Sebab berkendara di kondisi basah tidak sama dengan berkendara di kondisi kering. Oleh karena itu, dalam hal ini kondisi ban juga harus layak pakai.

Baca Juga: Dibawah ini cara mengganti stabilizer bar suspensi mobil

Dalam uji kendaraan (OVT), PT Gajah Tunggal Zulpata Zainal mengatakan setidaknya ada beberapa aspek kondisi ban untuk digunakan kendaraan di jalan basah atau hujan.

“Pastikan tapak ban cukup, artinya masih di atas tanda TWI (indikator tapak ban).” Tandanya terlihat pada lekukan telapak tangan, dengan tanda segitiga. “TWI untuk kendaraan penumpang sebaiknya 1,6 mm dari bawah,” ujarnya kepada Kompas.com, baru-baru ini.

Selain ban, periksa apakah tekanan ban sudah sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Periksa juga apakah kendaraan tidak melebihi batas muatan yang diizinkan.

Read More : Kondisi Terkini Tol Cipularang Usai Kecelakaan, Jalan Masih Ditutup

Baca Juga: Belajar dari Kecelakaan Land Cruiser, Pengusaha Pallubasa Tertabrak Truk Kontainer

Kemudian, saat berkendara di jalan basah, ia mengimbau pengendara tidak melewati genangan air dengan kecepatan tinggi. Sebab, melintasi genangan air berpotensi menyebabkan aquaplaning.

“Tidak ada sia-sianya saat berkendara melewati genangan air, ban bagus, ban jelek, bukan hanya bocor, harus melambat,” kata Zulpata.

“Anda juga harus memeriksa apakah bannya rusak. “Misalnya bocor tipis, sobek atau luka, maka perlu ditambal dulu,” ujarnya. Dapatkan pilihan berita dan pembaruan di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *