Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

Balaji School of Sports Science - Sri Balaji University, Pune

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

10 Tahun Jokowi: Hubungan Eksekutif dan Legislatif Tampak Berjalan Mulus, Banyak UU Disahkan - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

10 Tahun Jokowi: Hubungan Eksekutif dan Legislatif Tampak Berjalan Mulus, Banyak UU Disahkan

JAKARTA, KOMPAS.com – Hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia diketahui agak renggang dalam satu dekade terakhir.

Read More : Inilah Pilihan Rumah Subsidi Terjangkau di Kabupaten Wajo!

Hal ini terlihat dari sejumlah keberhasilan proses pengambilan kebijakan.

Kerja sama DPR dan pemerintah nampaknya semakin membaik selama 10 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, sehingga tidak sulit bagi kita untuk menemukan perbedaan antara penguasa dan parlemen, kata Forum Masyarakat Terkait Parlemen Indonesia. Formappi) peneliti Lucius Carus saat ditanya, Senin (14/10/2024).

Baca juga: 10 Tahun Jokowi, Evolusi Legislatif Berikutnya: Pertumbuhan dan Perubahan

Secara teori, pejabat dan anggota dewan memiliki kekuasaan yang berbeda; Eksekutif bertanggung jawab mendirikan pemerintahan, sedangkan legislatif bertanggung jawab mengatur dan membuat undang-undang.

Namun kerja sama kedua lembaga terlihat jelas dalam rancangan undang-undang di DPR RI.

Lucius mengatakan proses legislasi harusnya menjadi pertarungan psikologis antar faksi di parlemen. Namun hal ini tidak terlihat pada masa Jokowi.

Baca juga: 10 Tahun Jokowi, Pengembangan Drone dan Upaya Peningkatan Alutsista

Dalam kasus Komisi Hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), RUU Omnibus Law, dan RUU Ibu Kota Negara (IKN), pembuatan undang-undang yang dianggap kontroversial oleh masyarakat seringkali berhasil.

“Baik buruknya harus dilihat antara kelompok atau antara DPR dan pemerintah. Sayangnya hampir tidak diketahui. Perubahan ini memang antara DPR-rakyat versus pemerintah,” ujarnya. Periode pertama (2014- 2019): Dukungan kuat terhadap partai

Pada masa jabatan presiden pertama Jokowi, yakni 2014-2019, ia didampingi Jusuf Kalla (JK) sebagai wakil presiden.

Read More : Jaksa Agung Pastikan Tak Tebang Pilih Kasus, Bukan Hanya yang Triliunan Rupiah

Selama lima tahun ini, Jokowi didukung oleh tujuh dari sepuluh partai di parlemen.

Awalnya koalisi Jokowi-JK hanya didukung empat partai yakni PDI-P, PKB, Nasdem, dan Hanura.

Baca Juga: 10 Tahun Jokowi, Manuver Rangkul Demokrat Usai ‘Ditinggalkan’ PDI Perjuangan

Namun belakangan bergabungnya PPP, PAN, dan Golkar memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Jokowi-Jak.

Undang-undang yang paling kontroversial saat itu adalah RUU Komisi Pemberantasan Korupsi yang dianggap tidak berdampak pada masyarakat dan malah terburu-buru.

Kajian tersebut dinilai akan melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi yang merupakan garda terdepan dalam pencegahan korupsi.

Amandemen tersebut tidak bertahan lama karena DPR memutuskan untuk membahasnya pada 6 September 2019 dan menyetujuinya 12 hari kemudian, pada 17 September 2019.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *