Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Waspada, Olahraga Berlebihan Bikin Susah Tidur - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Waspada, Olahraga Berlebihan Bikin Susah Tidur

KOMPAS.com – Tidur dan olahraga saling berkaitan erat. Jika ada yang melakukannya dengan baik, maka yang lain akan mengikuti.

Read More : Sinar Matahari Bisa Perbaiki Kualitas Tidur, Ini Penjelasannya

Tidur berkualitas mendukung pemulihan dan kinerja atletik, sementara olahraga melepaskan zat kimia otak yang mengurangi stres dan membantu Anda tertidur lebih cepat.

Namun bagi penderita insomnia, aturannya mungkin berbeda. Selain kelebihannya, ada juga kekurangannya: olahraga membuat tubuh stres, begitu pula kurang tidur.

Yang lebih serius lagi, berolahraga terlalu larut atau terlalu sering dapat menimbulkan efek sebaliknya, yaitu membuat Anda sulit tertidur atau tetap tertidur.

“Penderita insomnia memiliki sistem stres yang terlalu aktif. Tubuh bereaksi berlebihan akibat pemicu stres. Jika terjadi stres fisik, tubuh tidak akan pulih dengan cepat setelah berolahraga,” kata peneliti Dr. Christopher Klein.

Baca Juga: Punya Otot Kuat, Rahasia Panjang Umur dan Sehat

Latihan aerobik sedang adalah bentuk olahraga paling efektif dalam meningkatkan kualitas tidur. Sebaliknya dengan latihan intensitas tinggi seperti setengah maraton atau sesi HIIT.

Olahraga untuk sementara meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh, yang merupakan faktor-faktor yang mengganggu tidur. Penyebab lainnya adalah peningkatan hormon stres kortisol.

Read More : Apakah Olahraga Bisa Memperlambat Penuaan Biologis? Ini Ulasannya…

Meskipun sebagian besar olahraga dapat menurunkan kortisol, olahraga aerobik dengan intensitas tinggi atau berkepanjangan dapat meningkatkan kortisol.

Sementara itu, nyeri dan nyeri otot akibat penggunaan berlebihan membuat tubuh sulit istirahat. Kurang tidur juga merupakan tanda overtraining.

Jadi olahraga bukan berarti mengorbankan tidur malam yang nyenyak, namun penelitian menyarankan untuk melakukan olahraga aerobik intensitas sedang dengan latihan beban ringan atau yoga untuk memfokuskan pikiran.

Baca juga: Simak 6 Tips Tidur Nyenyak dan Dengarkan Berita Kami di Ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *