Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

GLOBAL NEWS Morata Sempat Pertimbangkan Tidak Main Bersama Spanyol Karena Depresi - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Bola

GLOBAL NEWS Morata Sempat Pertimbangkan Tidak Main Bersama Spanyol Karena Depresi

KOMPAS.com – Striker AC Milan Alvaro Morata mengaku ingin hengkang dari timnas Spanyol jelang turnamen Euro 2024.

Read More : Prediksi Skor Indonesia Vs Filipina di Piala AFF 2024

Morata mengatakan hal ini karena dia menderita depresi dan serangan panik. Cedera Morata adalah akibat serangan fans Spanyol terhadapnya.

Seperti diketahui, hubungan suporter Spanyol dan Morata naik turun beberapa bulan sebelum diperkenalkannya euro. Serangan terhadap Morata memberikan dampak emosional pada dirinya dan keluarganya.

Mantan pemain Real Madrid itu mengaku terluka dan malu saat sedang berjalan bersama anak-anaknya, didatangi orang tak dikenal yang menghampirinya dan membicarakan pertandingan serta hal lainnya.

Baca Juga: Alvaro Morata Resmi Gabung AC Milan Manfaatkan Warisan Shevchenko

Hal ini berdampak pada anak-anaknya yang tidak mau pergi bersamanya. Morata juga khawatir dengan kelakuan orang-orang yang memberitahunya banyak hal yang mengganggu hubungannya dengan keluarganya.

“Ketika Anda sedang melalui masa-masa sulit, depresi, serangan panik, pekerjaan yang Anda lakukan, tidak masalah, situasi yang Anda jalani dalam hidup tidak penting,” kata Morata dalam wawancara dengan siaran radio COPE, Kamis. (10). /10/2024).

“Anda memiliki orang lain dan Anda harus melawan mereka setiap hari, setiap malam. Yang terbaik bagi saya adalah meninggalkan Spanyol. Ada saatnya saya tidak tahan lagi,” ujar mantan pemain Chelsea itu.

Usai menerima serangan tersebut, Morata mempertimbangkan apakah akan mengenakan seragam timnas Spanyol lagi atau tidak. 

Read More : Hasil Persebaya Vs Borneo FC 2-1: Rivera Cetak “Brace”, Nadeo Kartu Merah

Baca Juga: Berita Transfer: Julian Alvarez Milan Incar Atletico, Morata Santer

Hingga akhirnya bersedia bertahan bersama La Furia Roja dan mengambil peran sebagai kapten.

“Saya bersenang-senang. “Ada saat ketika saya berpikir saya tidak akan pernah bisa memakai sepatu saya lagi,” kata Morata.

“Tiga bulan sebelum Kejuaraan Eropa, saya bertanya-tanya apakah saya bisa mengenakan seragam Spanyol lagi dan menjadi kapten. Saya bertanya-tanya apakah saya bisa bermain lagi.”

Keputusannya untuk tetap menjadi kapten timnas Spanyol di Kejuaraan Eropa di Jerman membuahkan hasil.

Pasalnya Spanyol berhasil tampil sebagai pemenang dengan mengalahkan Inggris di final.   Dengarkan Injil dan beberapa pesan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran perpesanan favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *