Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Mengapa Obat Tidak Boleh Dicampur dengan Alkohol? Ini Penjelasan PAFI - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Mengapa Obat Tidak Boleh Dicampur dengan Alkohol? Ini Penjelasan PAFI

KOMPAS.com – Tak sedikit orang yang tidak menyadari risiko pencampuran narkoba dan alkohol. Faktanya, kombinasi keduanya bisa berdampak serius pada kesehatan Anda.

Read More : Jangan Abaikan Pentingnya Vaksinasi MMR Sebelum Menikah atau Bepergian

Seperti dilansir laman https://pafisambas.org/, Jumat (1/10/2024), Ketua Umum Persatuan Apoteker Indonesia (PAFI) Mozes Wambrauw Simbiak Center menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya yang ditimbulkan. dari pencampuran obat-obatan dan alkohol.

“Alkohol dapat memengaruhi cara tubuh memproses obat. Beberapa obat kehilangan efektivitasnya, sementara obat lain dapat menyebabkan efek toksik bila dicampur dengan alkohol,” kata Mozes.

Mozes menambahkan, kombinasi obat-obatan dan alkohol dapat menimbulkan berbagai komplikasi, mulai dari kerusakan hati hingga disfungsi sistem saraf pusat.

Baca juga: Apa Dampak Minum Obat Saat Perut Kosong? Baca penjelasan PAFI

Beberapa obat yang dapat meningkatkan risiko ini jika dikonsumsi bersama alkohol adalah antibiotik, antidepresan, dan obat pereda nyeri.

Kombinasi alkohol dan antibiotik seperti metronidazol atau tinidazol dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit kepala parah, ujarnya.

Read More : Bagaimana Menurunkan Asam Urat secara Efektif Tanpa Obat? Ini 8 Caranya…

Tak hanya itu, lanjut Mozes, alkohol juga dapat menghambat kemampuan hati dalam memecah obat tertentu. Akibatnya, kadar obat dalam tubuh bisa meningkat secara signifikan dan meningkatkan risiko overdosis.

Di sisi lain, ada juga obat-obatan yang efektivitasnya menurun bila diminum bersama alkohol, sehingga penyakit yang diobatinya tidak kunjung sembuh.

Baca juga: Apa Dampak Obat Kedaluwarsa Bagi Tubuh? Demikian penjelasan PAFI

“Kesadaran akan risiko interaksi obat dan alkohol adalah langkah pertama dalam memastikan pengobatan yang efektif dan aman,” kata Mozes. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *