Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Waspadai Efek Samping Obat Saat Mengemudi, Ini Penjelasan PAFI - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Waspadai Efek Samping Obat Saat Mengemudi, Ini Penjelasan PAFI

KOMPAS.com – Mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum atau saat mengemudi dapat membahayakan keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Pusat Jenderal Moses Wambrau Simbiak.

Read More : Tahapan dan Jadwal Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pilkada 2025 di MK

Menurut Moses, beragam obat dapat mempengaruhi konsentrasi dan refleks seseorang saat mengemudi sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Obat-obatan seperti antihistamin, obat penenang, dan obat pereda nyeri jenis tertentu dapat menyebabkan kantuk, menurunkan kewaspadaan, dan memperlambat respons tubuh terhadap situasi darurat,” kata Moses, dilansir laman https://pafikajen org.

Selain itu, ia menjelaskan, efek samping obat bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung jenis asupan dan dosisnya. Antihistamin yang biasa digunakan untuk mengatasi alergi, misalnya, sering menyebabkan kantuk.

Baca Juga: PAFI ingatkan bahaya minum obat tanpa petunjuk dosis yang jelas

Begitu pula dengan obat batuk yang mengandung dekstrometorfan atau kodein. Kedua zat aktif tersebut berpotensi mempengaruhi kewaspadaan pengemudi.

Read More : Tips Mudik Aman dan Nyaman Bersama Anak Menurut Dokter Spesialis Anak

Obat penenang dan antidepresan juga berbahaya jika dikonsumsi sebelum berkendara. Zat aktif di dalamnya dapat mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga mengganggu kemampuan mengambil keputusan dengan cepat, jelas Moses.

PAFI juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan narkoba. Sebab keselamatan jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu saja, namun juga menyangkut keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Kami ingin memastikan semua orang memahami bahaya penggunaan narkoba saat berkendara. Ini bukan hanya soal keselamatan pribadi, tapi keselamatan orang lain di jalan,” kata Musa. Dengarkan berita terhangat dan kumpulan berita langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *