Pada tahun 2024, ia melakukan perjalanan Indonesia. Ini telah menjadi pemilihan regional (Pilkada) pada saat yang sama di daerah yang akan menentukan masa depan kebijakan regional, tetapi juga untuk niat nasional untuk mengubah ekonomi hijau.
Transformasi ini bukan hanya solusi untuk melebihi perubahan iklim dan pertumbuhan berkelanjutan, tidak hanya janji kosong.
Di tengah krisis lingkungan global, ekonomi hijau memberikan harapan besar di Indonesia untuk memperkuat sikap panggung internasional dalam panggung internasional.
Namun, ambisi ini dapat dilakukan di tengah -tengah negara politik yang sering sarat dengan intrik dan korupsi?
Di balik perintah manis transisi ekonomi hijau, ia terus mengawasi bayang -bayang politik kotor.
Setiap momen politik, termasuk pemilihan 2024, membuka kemungkinan kekuatan politik untuk mengambil keuntungan dari masalah besar untuk keuntungan pribadi.
Alih -alih berjuang untuk masa depan yang berkelanjutan, banyak politisi mengorbankan kebijakan lingkungan terperangkap dalam lingkaran korupsi.
Konflik kepentingan ini ramping ketika elit politik lebih suka melindungi proyek-proyek destruktif yang menghasilkan keuntungan langsung, dibandingkan dengan inisiatif hijau yang membutuhkan komitmen jangka panjang.
Jadi, apakah muncul pertanyaan: apakah ekonomi hijau akan menjadi korban dari permainan politik kotor? Dengan situasi ini, siapa yang akan menang pada tahun 2024?
Ekonomi hijau yang menjanjikan masa depan harapan, dinamika kebijakan kotor yang terus melemahkan kemajuan negara.
Perjuangan antara minat pendek dan target lama di persimpangan kritis Indonesia.
Di satu sisi, Ekonomi Hijau memberikan pertumbuhan berkelanjutan yang sesuai dengan perlindungan lingkungan.
Di sisi lain, kebijakan kotor berisiko mengganggu semua upaya ini, menangkap negara dalam siklus pondok dan terperangkap dalam kebijakan yang tidak menarik minat orang dan alam. Pertarungan ini bukan hanya akun ekonomi dan politik, tetapi juga masalah masa depan bangsa. Ekonomi Hijau: Janji atau kenyataan?
Ekonomi hijau adalah konsep pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.
Indonesia, salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam harus berada di garis depan di garis depan.