Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Laki-laki Juga Berisiko Kanker Payudara, Ini Gejalanya - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Laki-laki Juga Berisiko Kanker Payudara, Ini Gejalanya

KOMPAS.com- Pria bisa terkena kanker payudara meski angka kejadiannya sangat rendah, sekitar satu persen.

Read More : China Bantah Keterlibatan Institut Virologi Wuhan dalam Penyebaran Covid-19

Ahli kesehatan masyarakat Dr. Ditulis oleh Ntabila Salama, Antara, Jumat (10/11/2024).

Kanker pada pria biasanya disebabkan oleh hiperestrogenisme atau hormon estrogen, sehingga diberikan obat untuk menekan produksi hormon tersebut, kata Nagabila.

Baca juga: Paparan plastik dan bahan kimia dari kertas meningkatkan risiko kanker payudara.

Gejalanya mirip dengan kanker payudara pada wanita, katanya, yaitu terjadi pembesaran payudara, payudara dan payudara mengeras, payudara terbalik, dan keluarnya cairan dari payudara.

“Kelenjar getah beningnya membesar, terutama di ketiak atau leher atau selangkangan. Ada juga bau, kadang di area payudara,” ujarnya.

Penatalaksanaan kanker payudara pada pria sama saja, mulai dari menilai tingkat keparahannya dengan USG, mammogram, CT scan atau MRI, ujarnya. Setelah itu dilakukan kemoterapi, radioterapi, pembedahan dan pengangkatan sel kanker.

“Dan tentunya evaluasi perlu terus dilakukan. Karena pada pasien yang mengidap tumor payudara baik jinak maupun ganas, seringkali tumornya kambuh atau kambuh,” kata Nagabila.

Baca Juga: Usia Penderita Kanker Payudara Semakin Menurun

Read More : Susah Hamil, Bisa Jadi Pemicunya Suami Tak Punya Sperma

Karena kekambuhan, kata dia, pasien kanker disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin, di mana pemeriksaan penunjang seperti USG atau mamografi sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling umum dan 12 persen merupakan kanker yang mematikan. Tingkat kelangsungan hidup pasien kanker stadium 3 dan 4 hanya 10 persen

“Kalau terdeteksi stadium I dan II justru sebaliknya. 80-90 persen bisa disembuhkan,” imbuhnya.

Angka harapan hidup juga tinggi, katanya, dan biaya pengobatan tujuh kali lebih murah jika terdeteksi sejak dini.

Selain melakukan deteksi dini, kata dia, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk menghindari penyebab kanker payudara, seperti paparan bahan karsinogen seperti rokok, mikroplastik, bahan pengawet, dan bahan kimia. Dengarkan berita terhangat dan kumpulan berita langsung di ponsel Anda Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *