Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Apa Itu Core di Fesyen Kalangan Anak Muda? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Apa Itu Core di Fesyen Kalangan Anak Muda?

JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan ini pengguna Instagram dan TikTok ramai menggunakan kata “inti” di setiap unggahan fashion.

Read More : Utusan Khusus Negara Sahabat Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran

Cottagecore, gothcore, fairycore, grandmacore, barbiecore, dll., masing-masing “core” memiliki gaya pakaian yang unik.

Menurut Frances Cherry, mitra kreatif Colorbox, istilah tersebut mengacu pada gaya atau estetika.

Makna intinya sendiri sangat kaya, tapi yang kita lihat adalah jenis polanya, katanya saat peluncuran kampanye kotak warna Never Just Something di Jakarta, Rabu (26 Juni 2024).

Dalam dunia fashion, ada berbagai jenis pakaian yang dikenakan orang. Misalnya saja grunge.

Genre grunge meliputi kemeja flanel, jeans, dan sepatu kets, seperti gaya pentolan Nirvana Kurt Cobain.

Pada saat yang sama, cottagecore mewakili gaya pakaian dengan kepekaan negara Eropa.

Orang yang mempromosikan kecantikan pondok sering kali mengenakan gaun yang bersahaja. Motif bunga terkadang dihadirkan.

Generasi Z semakin banyak menggunakan kata “inti” untuk menggambarkan gaya pakaian mereka.

Read More : Pertamina Bersama Relawan Bakti BUMN Sapu Bersih Sampah di Pantai Lampu Satu Merauke

Namun, dalam dunia fashion, ada yang menarik dari kalangan tersebut.

“Bukan berarti setiap Gen Z terhubung pada satu genre saja,” kata Cherry.

Dengan kata lain, seseorang tidak hanya bisa menerapkan gaya cottage pada gaya berpakaiannya, namun juga menggunakan “inti” yang berbeda di hari lain.

Artinya, generasi Z tidak bisa dikategorikan berdasarkan jenis pakaian atau gaya pakaian, menurut penelitian yang dilakukan Colorbox untuk kampanye “Something Ever”.

“Karena pada akhirnya, banyak individu dan mungkin banyak inti lainnya yang suka tidak terikat pada satu hal,” ujarnya.

Baca Juga: Hidup di Dunia Digital, Model Gen Z Makin Beragam Dapatkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung dari ponsel Anda. Untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com, pilih saluran berita favorit Anda: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *