Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Di Balik Layar Rizki Juniansyah: Ajaran untuk Rendah Hati, Pengidola Thor, dan Pencinta Makanan Ibu - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Sports

Di Balik Layar Rizki Juniansyah: Ajaran untuk Rendah Hati, Pengidola Thor, dan Pencinta Makanan Ibu

KOMPAS.com – Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah mengaku punya ritual sebelum bertanding. Ia juga mengungkapkan hobi dan karakter film favoritnya.

Read More : Per Januari 2025, Ada 127 Titik ETLE Statis di Seluruh Jakarta

Hal itu dan lainnya diungkapkan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu saat acara temu sapa dengan atlet Tim Visa Rizki Juninsyah yang digelar di Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2024).

Rizki Juninsyah menjadi peraih medali emas termuda dalam sejarah Olimpiade Indonesia dengan menduduki podium pada kategori 73kg putra.

Rizki memecahkan rekor Susi Susanti sebagai peraih medali emas termuda Indonesia di Olimpiade. 

Rizki sukses meraih medali emas pada usia 21 tahun 1 bulan 22 hari. Ia lebih muda dibandingkan Susie yang meraih emas Olimpiade Barcelona 1992 dalam usia 21 tahun 5 bulan 24 hari.

Meski mengaku kesuksesan telah mengubah hidupnya, Rizki mengaku masih belum puas.

“Hidup berubah 180 derajat setelah Olimpiade,” ujarnya kepada wartawan yang hadir.

“Alhamdulillah, ini adalah langkah awal untuk Olimpiade berikutnya.”

“Saya tidak hanya senang dengan Olimpiade ini. Olimpiade ini adalah awal dan inspirasi untuk perjalanan selanjutnya. Setelah Olimpiade (situasinya) berubah total, tapi saya tetap menjadi orang normal. Rizki yang biasa-biasa saja.”

Baca Juga: Rizki Juninsyah Ungkap Arti Emas Olimpiade 2024, Prediksi Ako Yuli

Read More : Semangat Bhineka Tunggal Ika di Jersey Paralimpiade

Rizki kemudian bercerita kepada Kompas.com bahwa pesan tersebut dari ayahnya Mohammad Yasin dan pelatih serta mertuanya serta pelatih Triatno.

Ayahnya adalah mantan atlet angkat besi nasional yang berprestasi di SEA Games tahun 1980-an dan awal 1990-an, sedangkan Triatno merupakan peraih medali perak Olimpiade London 2012.

“Dari awal saya diajarkan untuk rendah hati, juara apa pun, tinggi apa pun, tetaplah rendah hati sebagai manusia,” ujarnya saat ditanya Kompas.com, nasehat apa yang paling ia ingat saat mengikutinya. . Ayah dan pelatih.

“Jangan bicara mas tritno masih sombong ketika menang, karena kesombongan akan menghancurkan karirmu di masa depan.” Seorang pecinta kuliner seorang ibu

Selain itu, Rizki juga berbagi sedikit informasi seputar kehidupan di luar angkat besi. Salah satunya tentang makanan favoritnya.

Diakuinya, makanan favoritnya itu dibuat oleh ibunya, Yeni Roheni, yang juga atlet angkat besi asal Provinsi Banten.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *