Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Rodri dan Ballon d'Or 2024: Pelajaran "Ilmu Hitam" Simeone, Pecutan Guardiola - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Bola

Rodri dan Ballon d’Or 2024: Pelajaran “Ilmu Hitam” Simeone, Pecutan Guardiola

KOMPAS.com – Pemenang Ballon d’Or 2024 Rodri belajar menjadi “buruk” dari Diego Simeone. Ia menjadi pemain yang lengkap setelah terus-menerus didorong oleh Pep Guardiola.

Read More : Daftar Skuad Akhir dan Jadwal Timnas U20 di Challenge Series 2025

Rodri menerima Ballon d’Or, simbol keunggulan pemain terbaik dunia, di Théâtre du Châtelet Prancis dini hari, Senin (28/10/2024) atau Selasa (29/10/2024) dini hari WIB.

Pria bernama lengkap Rodrigo Hernandez Cascante itu mengalahkan dua bintang Real Madrid, Vinicius Junior dan Jude Bellingham.

Jika kita berbicara tentang Madrid, maka Rodri lahir dan besar di kota ini. Rodri juga mendapatkan ilmu berharga di sana selama karir sepak bolanya.

Baca juga: Rodri akan memenangkan Ballon d’Or 2024 – kemenangan sepakbola yang sulit dipercaya oleh Guardiola

Setelah lulus dari akademi Atlético Madrid, Rodri meninggalkan kampung halamannya dan membuka jalan sebagai pesepakbola profesional untuk Villarreal (2015-2018).

Setelah berpisah dengan Villarreal, Rodri bisa kembali ke Madrid. Pada tahun 2018, pria dengan tinggi 190 sentimeter itu kembali dipekerjakan oleh klub yang membentuknya semasa muda, Atlético Madrid. 

Pada titik ini, Rodri bertemu Diego Simeone, pelatih asal Argentina yang masih membentuk taktik Atlético hingga saat ini.  Pelajaran “Ilmu Hitam” Simeone.

Simeone berjasa mengajari Rodri “ilmu hitam” atau ilmu hitam sepak bola.

“Ketika saya kembali ke Atletico selama semusim, saya memahami arti kompetisi,” kata Rodri seperti dikutip The Players Tribune.

Read More : Kata-kata Pertama Patrick Kluivert Sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Ketika saya berada di Villarreal, saya sangat bagus dalam menguasai bola, tapi saya masih agak lembek.

Baca juga: Profil Rodri Ballon d’Or 2024 dari Musim Bencana hingga Musim Terbaik Dunia

“Di bawah asuhan Diego Simeone, saya belajar apa artinya menjadi pemain yang kejam. Menjadi sedikit kejam di lapangan. Melakukan tekel yang nyata. Membuat tim lawan menderita selama 90 menit. Itu bagian penting lainnya,” ujarnya.

Misteri perkembangan Rodri sebagai pesepakbola terkuak saat bertemu Pep Guardiola di Manchester City.

Ya, baru setahun memperkuat Atlético Madrid di level profesional, Rodri ditawari ke Manchester City pada 2019.

Sebelum pindah ke City, Rodri mengaku sempat berkonsultasi dengan gelandang Barcelona yang kini membela Inter Miami dan Sergio Busquets itu.

Busquets telah memperingatkan Rodrigo tentang kebiasaan kejam Guardiola dalam mensiul pemainnya. Guardiola melatih Busquets di Barcelona antara 2008 dan 2012.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *