Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Apa Saja Faktor Penyebab Stroke di Usia Muda? Ini Kata Dokter... - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Apa Saja Faktor Penyebab Stroke di Usia Muda? Ini Kata Dokter…

KOMPAS.com – Sebagian orang mengira stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia. Namun, masyarakat usia kerja kini terserang stroke.

Read More : Menahan Kencing Saat Mudik, Seberapa Berbahaya?

Gejala stroke pada masa kanak-kanak mirip dengan yang dialami orang dewasa, antara lain: Tiba-tiba mengantuk, lemas pada wajah atau lengan. Kesulitan menjaga keseimbangan, sakit kepala atau pusing parah yang tiba-tiba, kesulitan berkomunikasi atau tidak berbicara.

Baca juga: Apakah Penderita Stroke Bisa Kembali Normal? Ini adalah catatan dokter. Lalu apa saja faktor risiko stroke di usia muda?

Ahli saraf dr. Dodik Taskworo Pramucarso, Sp.C(K) mengatakan faktor gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang aktivitas fisik dan pola makan tinggi lemak dan gula menjadi penyebab utama terjadinya stroke di usia muda.

“Beberapa anak muda yang saya temui di usia 30-an dan 40-an tahun sangat kelebihan berat badan dan beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke di usia tersebut adalah terkait dengan pola hidup yang tidak sehat,” kata Dodik dalam diskusi online, seperti dikutip Antara. , Jumat (25/10/2024).

Ia menambahkan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan tingkat stres yang tinggi berkontribusi terhadap peningkatan risiko stroke pada populasi muda.

Tingkat stres juga penting karena dapat menimbulkan iklim persaingan yang tinggi sehingga menyebabkan gangguan tidur dan semua itu dapat meningkatkan risiko stroke, tambah dokter Persatuan Neurologi Indonesia (Perdosni).

Selain gaya hidup, riwayat penyakit genetik dan kondisi terkait, hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan obesitas juga menjadi faktor risiko terjadinya stroke di usia muda.

Read More : Rahasia Tidur Nyenyak di Bulan Ramadan: Cegah Insomnia dan Tetap Bugar

Kalaupun stroke terjadi secara tiba-tiba, penyakit ini bisa dicegah dengan mengikuti slogan 30+1D, yaitu: olah raga 30 menit setiap hari, kurangi konsumsi dan jaga pola makan sehat.

Baca juga: Apakah Trigliserida Tinggi Menyebabkan Stroke? Penjelasan ini…

Sebelumnya, Uddhi Pramono, Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mengatakan 90 persen kasus stroke dapat dikendalikan oleh faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, merokok, dan kurang aktivitas fisik.

Faktanya, 90 persen stroke dapat dikendalikan oleh faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dislipidemia, gangguan jantung, merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, stres, dan alkohol, kata Sehat My Negeri Kementerian Kesehatan India. . halaman. 

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan menegaskan agar kegiatan pemeriksaan kesehatan dilakukan pada setiap hari ulang tahun warga sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit stroke di Indonesia. Dapatkan berbagai berita dan update di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *