Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Jangan Cuma Nasi dan Mi, Ahli Gizi Sarankan Ini untuk Bekal Anak Sekolah - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Jangan Cuma Nasi dan Mi, Ahli Gizi Sarankan Ini untuk Bekal Anak Sekolah

JAKARTA, KOMPAS.com – Makanan sarapan dan makan siang yang kaya karbohidrat, seperti campuran mie dan nasi, justru berbahaya bagi tumbuh kembang anak, apalagi jika diberikan terlalu banyak tanpa makanan bergizi lainnya.

Read More : Hasil Paraguay Vs Argentina 2-1, Messi Gagal Selamatkan Argentina

Ahli Gizi Komunitas DR.dr. Tan Shot Yen, jelas M.hum, tidak boleh dilarang memberikan makanan yang mengandung karbohidrat hanya karena anak bukanlah versi lebih kecil dari orang dewasa.

“Dia masih punya ruang untuk berkembang. Untuk tumbuh kembangnya, anak tidak bisa hanya makan karbohidrat saja. “Perlu asupan protein, sayur dan buah yang cukup, serta lemak sehat yang cukup,” tegas Tan kepada Kompas.com, Selasa (7/9/2024).

Baca juga: Banyak Perbincangan di Media Sosial Soal Makanan Bayi Hanya Karbohidrat, Jangan Terkecoh! 10 kebiasaan anak cerdas yang bisa ditiru

Untuk menjaga kesehatan dan melindungi tumbuh kembang anak, Tan menganjurkan para orang tua untuk memberikan protein dari makanan sehat seperti telur, ayam, dan ikan.

Namun hal ini bisa terjadi jika orang tua memiliki kebiasaan sarapan dan membawa bekal makanan sehat. Sebab anak meniru tingkah laku dan sikap orang tuanya.

“Coba kita pikirkan, misalnya anak bangun tidur dan bapaknya berangkat kerja, dia tidak makan di rumah (tapi) dia makan di konter. Ibunya tidak makan karena sedang makan. Apa yang kamu lakukan? lakukan? Apa yang kamu ingin anak itu lakukan?” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan ahli gizi RS Pelni Jakarta, dr. Jovita Amelia, Sp. Ia menekankan pentingnya pembentukan gizi yang cukup bagi tumbuh kembang anak.

Read More : Kemendagri Akan Bahas di Internal soal Bansos di Masa Kampanye

Saat Anda membawa bekal, misalnya, isi bekal makan anak Anda tidak boleh hanya berisi karbohidrat saja.

“Sebaiknya makan siang anak harus berupa makanan dengan komposisi yang lengkap. Jadi ada karbohidrat, protein, lemak sehat, dan juga serat dari sayur,” kata Jovita, Selasa.

Baca juga: Apa Ciri-Ciri Anak Cerdas? Simak 10 Hal Ini, 5 Cara Mempersiapkan Anak Kembali Sekolah

Jika anak diberi makanan yang hanya mengandung karbohidrat, apalagi mie instan yang mengandung karbohidrat dan garam, ia hanya akan memperoleh energi.

Sedangkan zat gizi lain seperti zat gizi makro berupa protein dan lemak sehat, serta zat gizi mikro berupa vitamin dan mineral tidak tersedia. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *