Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Deteksi Kanker Payudara, Lakukan "Sadari" Setiap Siklus Menstruasi - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Deteksi Kanker Payudara, Lakukan “Sadari” Setiap Siklus Menstruasi

KOMPAS.com – Wanita sebaiknya menerapkan kebiasaan memeriksa payudara sendiri atau mewaspadainya minimal sebulan sekali setiap siklus menstruasi.

Read More : Kebiasaan Tak Sarapan Bikin Anak “Lemot” di Sekolah

“Ini dilakukan satu bulan, setiap bulan setelah haid, sekitar hari ke 7-10 haid, payudara kanan dan kirinya sendiri diperiksa. Nah, ini minimal yang harus dilakukan seorang wanita,” kata konsultan bedah onkologi spesialis dari Rumah Sakit. Universitas Indonesia, Dr. Dr. Diani Kartini Sp.B Subsp Onk (K), seperti ditulis Antara, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pentingnya SADARI dan SADANIS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Diani mengatakan, kewaspadaan dilakukan sekitar hari ke 7-10 menstruasi dengan memeriksa adanya benjolan di sekitar payudara atau mengamati perubahan bentuk payudara.

Ia mengatakan, pada siklus ini payudara membengkak dan terasa tidak nyaman, sehingga wanita sebaiknya mengenal payudaranya untuk mengamati perubahannya dan dengan mudah mengetahui apakah ada sesuatu yang berbeda.

“Misalnya bulan ini saat pemeriksaan mandiri terlihat putingnya tidak keluar, tapi kemudian seiring berjalannya bulan, bisa jadi misalnya di bulan keenam putingnya sudah masuk. Jadi harus hati-hati,” kata dokter yang juga praktik di RS Cipto Mangunkusumo itu.

Baca juga: Siapa yang Berisiko Terkena Kanker Payudara? Inilah faktor risiko…

Read More : Jangan Panik, Berikut Tips Menangani Kejang pada Anak

Jika Anda merasakan adanya benjolan saat pemeriksaan payudara, Diani menyarankan segera menemui dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik atau penunjang.

Dokter yang berpengalaman akan dapat membedakan benjolan jinak atau ganas pada pemeriksaan fisik.

Sedangkan bila diperlukan pemeriksaan penunjang, dokter akan mengarahkan pemeriksaan melalui USG payudara, mamografi, atau MRI sesuai dengan usia pasien.

“Dari hasil mamografi, USG atau MRI akan terlihat jelas benjolan apa yang dirasakan wanita tersebut. Kalau ternyata itu kista, tumornya bisa tumor jinak atau tumor ganas. tentunya memberikan informasi apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan,” ujarnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp .com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *