Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Tanggapi Tom Lembong Tersangka, Anies Singgung Soal Negara Kekuasaan - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Tanggapi Tom Lembong Tersangka, Anies Singgung Soal Negara Kekuasaan

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan calon presiden Anies Baswedan menyinggung supremasi hukum dan kekuasaan negara yang menjadi filosofi dalam pembangunan negara Indonesia.

Read More : Tugas Kementerian HAM yang Dipimpin Natalius Pigai

Hal itu diungkapkannya di akun X, @aniesbaswedan, menanggapi pelantikan mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan Jaksa Agung.

Wakil Kapten Timnas Anies-Muhaimin pada Pilpres 2024 ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi impor gula saat menjabat Menteri Perdagangan pada 2015.

“Kami ingin negara ini membuktikan bahwa apa yang tertulis dalam Tafsiran UUD 1945 masih berlaku, yaitu, “Indonesia adalah negara hukum (Rechtsstaat), bukan negara yang hanya mempunyai kekuasaan (Machtstaat). “, kata Anies, Rabu (30/10/2024).

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Gula Impor yang Ditangkap Tom Lembong

Anies pun mengaku kaget dengan ditetapkannya Tom Lembong sebagai tersangka.

Pasalnya, mereka menilai Tom Lembong yang sudah mereka kenal selama hampir 20 tahun ini merupakan sosok yang berintegritas dan mengutamakan kepentingan publik.

“Tom adalah orang yang jujur ​​dan bukan tipe orang yang suka ikut campur. Oleh karena itu, selama karirnya yang panjang di dunia bisnis dan karir singkatnya di pemerintahan, ia dihormati baik di dalam maupun luar negeri,” kata Anies.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengaku siap mendukung Tom Lembong dari segi moral dan pendukung lainnya.

Baca juga: Kebenaran Tentang Tom Lembong, Tersangka Kasus Korupsi Impor Gula

Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung RI Abdul Qohar mengatakan, Tom Lembong diduga memberikan izin impor gula dalam situasi tidak terjadi kekurangan gula di dalam negeri.

“Pada tahun 2015, berdasarkan rapat koordinasi tingkat menteri yang dilaksanakan pada 12 Mei 2015 disimpulkan bahwa Indonesia mengalami surplus gula,” kata Abdul di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/10). . /2024).

Read More : Mengapa Jam Tangan Dirdik Jampidsus Kejagung Jadi Polemik?

Abdul dalam pertemuan itu mengatakan pemerintah tidak boleh mengimpor gula.

Namun pada tahun yang sama, Tom Lembong memberikan izin untuk tetap mendatangkan cadangan gula dari luar negeri.

Namun pada tahun yang sama yakni 2015, Menteri Perdagangan yaitu Ndugu TTL memberikan izin impor gula mentah sebanyak 105.000 ton ke PT AP, kata Abdul.

Kemudian gula kristal mentah tersebut diolah menjadi gula murni,” ujarnya.

Baca juga: Biografi dan Kekayaan Tom Lembong, Mulai dari Menteri Perdagangan hingga Terdakwa Korupsi Gula Impor

Ia mengatakan, tindakan yang dilakukan Tom Lembong melanggar Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 527 Tahun 2004 yang menyatakan hanya perusahaan pemerintah yang boleh mengimpor gula putih dari luar negeri.

Sedangkan PT AP merupakan pihak swasta.

Abdul juga mengatakan, keputusan Tom Lembong diambil secara sepihak, tanpa koordinasi dengan kementerian/lembaga lain. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *