Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine's Gifts 2026

Rangkuman Hari Ke-976 Serangan Rusia ke Ukraina: 7 Orang Tewas | Keterlibatan Korea Utara - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Rangkuman Hari Ke-976 Serangan Rusia ke Ukraina: 7 Orang Tewas | Keterlibatan Korea Utara

KOMPAS.com – Perang Rusia-Ukraina terus berlanjut. Bahkan, memasuki hari ke-976 pada Sabtu (26/10/2024).

Read More : Trump Klaim Menang Pilpres AS, Pendukungnya Siap Pesta di Florida

Pada hari Sabtu, serangan rudal Rusia menewaskan tujuh orang, termasuk seorang anak-anak, di wilayah Ukraina.

Sementara itu, di hari yang sama, pengerahan pasukan Korea Utara untuk membantu Rusia dalam perangnya melawan Ukraina dapat mempengaruhi kepentingan keamanan regional.

Baca Juga: Kedutaan Besar Iran di Jakarta Serukan Semua Negara Cinta Damai Bersatu Hentikan Kejahatan Israel

Berikut rangkuman hari ke-976 penyerangan Rusia ke Ukraina, seperti dilansir kantor berita AFP. 1. Serangan Rusia menewaskan 7 orang di Ukraina

Serangan rudal Rusia menewaskan lima orang, termasuk seorang anak-anak, di kota Dnipro, Ukraina tadi malam, sementara seorang remaja dan satu orang lainnya tewas dalam serangan di Kiev dan wilayah sekitarnya, kata para pejabat pada Sabtu.

Serangan itu terjadi kurang dari 48 jam setelah Rusia selesai menjadi tuan rumah pertemuan puncak tiga hari kelompok negara berkembang BRICS di kota Kazan, di mana Presiden Rusia Vladimir Putin menghadapi seruan dari para pemimpin dunia untuk mengakhiri perang.

“Setelah semua yang terjadi di Kazan, para pembunuh Rusia telah kembali ke aktivitas mereka seperti biasa,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

“Ini sekali lagi menunjukkan bahwa agresi tidak dapat dihentikan dengan kata-kata, tetapi hanya dengan tindakan tegas dalam membela negara,” tambahnya.

Serangan di Dnipro pada Jumat malam menewaskan lima orang dan merusak beberapa bangunan, termasuk sebuah rumah sakit.

Lebih dari selusin orang diketahui terluka di kota itu, termasuk anak-anak, kata gubernur wilayah Dnipropetrovsk Sergiy Lysak melalui Telegram.

Sementara itu, gambar yang dibagikan gubernur menunjukkan tim penyelamat sedang bekerja di tumpukan puing. Gambar lain menunjukkan jendela kamar rumah sakit yang pecah.

Baca juga: Mengapa Perdana Menteri Israel Berharap Trump Memenangkan Pemilu AS 2024?

Read More : [POPULER GLOBAL] Pesawat Kecil Tabrak Gedung di California | Penyidik Batalkan Penangkapan Presiden Yoon

Serangan terpisah semalam di ibu kota Kiev dan wilayah sekitarnya menewaskan dua orang, termasuk seorang gadis remaja yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak di sebuah gedung apartemen. 2. Keterlibatan Korea Utara meningkatkan risiko keamanan regional

Pengerahan pasukan Korea Utara (Korut) untuk membantu Rusia dalam perangnya melawan Ukraina kemungkinan besar tidak akan berdampak signifikan pada pertempuran di lapangan.

Namun para analis mengatakan hal ini dapat mempengaruhi kepentingan keamanan di Asia, Eropa dan negara lain.

Intensifikasi hubungan militer antara Moskow dan Pyongyang merupakan kekhawatiran utama bagi Washington dan Brussels seiring dengan upaya Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membangun aliansi anti-Barat.

“Konflik ini telah menjadi konflik internasional,” kata Pascal Dayez-Burgeon, pakar Korea Utara dan mantan diplomat Prancis di Seoul.

Namun meski ia mengatakan bahwa ia memahami kekhawatiran negara-negara Barat mengenai risiko kemungkinan perluasan perang yang sudah memasuki tahun ketiga, ia meremehkan segala ancaman langsung terhadap arsitektur keamanan global.

“Faktanya, saya merasa sulit melihat Korea Utara memberikan ancaman eskalasi,” ujarnya, seraya menyebut Korea Utara sebagai “kediktatoran kecil.”

Baca juga: Dirjen WHO: Situasi di Gaza Utara Makin Sedih, Ini Alasannya

Korea Selatan, NATO dan Amerika Serikat mengatakan ribuan tentara Korea Utara telah berlatih di Rusia. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *