Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Umur Baterai Motor Listrik, Dihitung Tahun atau Cycle Life? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Umur Baterai Motor Listrik, Dihitung Tahun atau Cycle Life?

JAKARTA, Kompas.com – Pengguna kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik, harus mewaspadai baterai memiliki masa pakai. Oleh karena itu, produsen biasanya menawarkan berbagai kemampuan masa pakai baterai.

Read More : Aion Pastikan Hyptec HT Dapat Insentif EV

Rentang usia biasanya menggunakan periode tahun. Misalnya, baterai listrik diklaim memiliki umur maksimal tiga tahun.

Baca selengkapnya: Ucap Marquez usai merokok Bagnaia di MotoGP Prancis 2024

Namun yang belum diketahui adalah masa pakai baterai sebenarnya tidak didasarkan pada tahun, melainkan pada pengisian daya.

Semakin sering baterai diisi, semakin rendah kapasitasnya. Kekuatan inilah yang kemudian disebut cakra kehidupan.

Direktur Pemasaran PT International Chemical Industries (ABC Lithium) Harmawan Vijaya mengatakan, pembedaan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyesatkan konsumen. Produsen baterai memberikan referensi waktu dalam setahun untuk membantu pemahaman.

“Bagi masyarakat awam, cara yang paling sederhana adalah dengan menggunakan tahun, karena kita hidup dalam hitungan hari,” kata Harmawan yang baru saja berkunjung ke Jakarta.

Harmawan mengatakan teori siklus hidup baterai memang benar, namun bukan yang paling akurat karena hanya bisa dibuktikan di laboratorium dan tidak di lapangan.

Read More : Pembangunan Pabrik BYD di Indonesia Selesai Tahun Ini

Baca juga: 2 Tipe Sistem Rem Bus, Mana yang Lebih Aman?

“Misalnya NCM (baterai) cycle life-nya 1.000 kali, lalu LFP 2.000, seperti yang bisa dibuktikan di lab,” kata Hermawan.

“Bagaimana caranya charge 100% ke sisa 80%. Jadi kalah 20% itu berarti 1.000 kali untuk NCM sedangkan untuk LFP 2.000 kali. Lalu dihitung berapa kali dipakai jadi 80%. contohnya,” ujarnya.

“Lebih baik pakai watt hour (benar), tapi saya bingung,” kata Harmawan. Dengarkan berita terkini dan liputan pemilu kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *