Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Pemilik Kendaraan di Indonesia Masih Minim Pengetahuan APAR - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Pemilik Kendaraan di Indonesia Masih Minim Pengetahuan APAR

CIKARANG, KOMPAS.com – Kehadiran Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada kendaraan bukan hanya sekedar aksesoris saja, fungsinya sangat penting untuk menunjang keselamatan berkendara. Namun masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat menggunakan APAR.

Read More : Genangan Air: Ancaman Tersembunyi bagi Sistem ABS Motor Anda

Rahmat Rezki, Presiden Direktur PT Indolok Bhakti Utama mengatakan APAR sendiri memiliki masa kadaluwarsa. Oleh karena itu, jika tidak digunakan terlalu lama maka APAR akan sulit digunakan saat terjadi keadaan darurat. 

“APAR pada kendaraan biasanya berjenis serbuk. Untuk bubuk APAR, sebenarnya produsen memberikan batasan lima tahun, namun pemerintah memberikan batasan dua tahun untuk yang beredar saat ini. Mengapa? Mungkin saat ini APAR yang beredar belum ada yang isinya bagus. Kalau sudah habis masa berlakunya, maka “isi APAR itu dibekukan sehingga tidak bisa dicetak,” ujarnya kepada media, Rabu (10/2/2024). 

Baca Juga: Akibat Skuter Bore-Up untuk Pemakaian Sehari-hari, Harganya Lebih Mahal

Rahmat mengatakan masih banyak pemilik kendaraan yang meremehkan keberadaan APAR. Oleh karena itu, masih banyak kesalahpahaman mengenai cara memilih alat pemadam kebakaran dan juga cara penggunaannya. Sekalipun suatu kendaraan dilengkapi dengan APAR, bukan berarti APAR tersebut memiliki kualitas yang baik. 

“Kami juga sangat prihatin karena banyak alat pemadam kebakaran yang dijual murah namun kualitasnya kurang. Oleh karena itu, ketika terjadi kebakaran, jarang sekali kendaraan yang selamat, pasti musnah dimakan api,” kata Rahmat.

Read More : Alasan Hyundai Luncurkan Produk Baru di Tengah Perlambatan Pasar

 Baca Juga: Pembiayaan kendaraan listrik tembus Rp 29 triliun pada Agustus 2024

“Kuncinya adalah memiliki APAR yang mumpuni dan memanfaatkannya dengan baik. “Jika ada asap yang keluar dari kendaraan, harus segera diatasi,” saran Rahmat. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *