Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Membahas Cara Kerja Teknologi SHVS pada Suzuki Grand Vitara - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Membahas Cara Kerja Teknologi SHVS pada Suzuki Grand Vitara

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) punya tiga model untuk bermain di segmen elektrifikasi di Indonesia. Pertama Ertiga, kedua XL-7, terakhir Grand Vitara. Semuanya dibekali teknologi hybrid khas Suzuki yakni (Suzuki/SHVS Smart Hybrid Vehicle).

Read More : Penjualan BEV Cetak Rekor Agustus 2024, BYD Langsung Berkuasa

Secara umum, teknologi SHVS merupakan sebuah inovasi dalam dunia otomotif yang bertujuan untuk menciptakan kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan. Konsep dasar teknologi ini terdiri dari penggabungan mesin pembakaran internal dengan generator propulsi terintegrasi (ISG) dan baterai lithium-ion.

ISG berfungsi ganda sebagai alternator dan motor listrik, menyediakan listrik bila diperlukan dan mengurangi beban pada mesin. Pada saat yang sama, baterai lithium-ion memiliki kemampuan menyimpan energi yang dihasilkan ISG untuk digunakan saat mesin membutuhkan tenaga.

Baca Juga: Teknologi SHVS Akan Jadi Jembatan Suzuki Sebelum Menjual Kendaraan Listrik

Dalam lingkungan operasional, teknologi SHVS dirancang untuk bekerja optimal dalam berbagai kondisi.

Misalnya saat mobil berhenti dan pengemudi tidak menginjak pedal, maka sistem otomatis mematikan mesin, namun sistem kelistrikan tetap hidup. Ini adalah salah satu cara SHVS dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi.

Selain itu, teknologi SHVS juga memiliki kemampuan pengereman regeneratif. Saat kendaraan melambat atau mengerem, ISG bertindak sebagai generator yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.

Energi ini kemudian disimpan dalam baterai lithium-ion. Ini membantu mengisi baterai dan meringankan beban mesin.

Read More : Perdana, BYD Kawal Konsumen Hadirkan Posko Mudik Lebaran 2025

Khusus untuk Grand Vitara, SHVS menjanjikan performa dan efisiensi bahan bakar terbaik di kelasnya. Penggunaannya memerlukan metode khusus untuk mengisi penuh baterai lithium-ion hingga 10 Ah. Sedangkan untuk baterai hybridnya terletak di bawah jok penumpang depan.

Dalam kasus SHVS ini, jika ingin berpindah, angkat tuas rem dan putaran mesin akan naik. Saat putaran mesin mencapai 1400 rpm hingga 2000 rpm, motor melepaskan cakram roda depan dengan bantuan baterai. Jelas lebih irit bahan bakar dan torsi lebih besar.

Jika melihat spesifikasi Grand Vitara, mesin dan dimensinya yang 1.500 cc mampu bersaing dengan Honda HR-V dan Hyundai Creta. SUV kompak ini berukuran panjang 4.345 mm, lebar 1.795 mm, tinggi 1.645 mm, dan wheelbase 2.600 mm. Bannya 215/60 R17.

Sedangkan untuk dapur pacunya, Grand Vitara baru ditenagai mesin 1.500 cc berkode K15C Dual Jet yang menghasilkan tenaga 103,06 PS atau 101,65 HP pada 6.000 rpm dan torsi 136,8 Nm pada 4.400 rpm. Grand Vitara GL dan GX terbaru tersedia dalam kedua varian dengan transmisi otomatis enam percepatan.

  Dengarkan berita langsung dan pembaruan di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda Kompas.com Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *