Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Aakriti Infraa Solutions

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

Erura

dagelan4d

Mystic Sea Brewing

Mengapa Banyak Pemuda Dukung Donald Trump dalam Pilpres AS 2024? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Mengapa Banyak Pemuda Dukung Donald Trump dalam Pilpres AS 2024?

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Pada pemilu presiden AS 2024, banyak anak muda yang memilih Donald Trump menjadi presiden AS.

Read More : Paus Fransiskus yang Kritis Masih Bisa Kerja dari Tempat Tidurnya

Sebelumnya, Kamala Harris, yang pernah menjadi rival Trump, memimpin kampanye hak aborsi.

Harris mengira dia telah menemukan formula yang tepat untuk menarik pemilih perempuan, namun Trump menang.

Baca juga: Partai Republik memproyeksikan untuk memenangkan kursi Partai Republik AS

Generasi muda yang ingin bebas bukanlah halangan bagi kampanye Presiden Amerika Serikat yang mengedepankan nilai-nilai generasi muda.

“Jika Anda laki-laki di negara ini dan tidak memilih Donald Trump, Anda bukan laki-laki,” Charlie Kirk, seorang aktivis yang telah lama fokus pada pemungutan suara kaum muda, dikutip AFP. Jumat (11/8). /2024).

Donald Trump memenangkan kursi kepresidenan dengan 54 persen pria yang memilih kandidat dari Partai Republik, naik sedikit dari 51 persen yang mendukungnya pada tahun 2020, menurut jajak pendapat NBC.

Namun, yang menarik perhatian adalah di kalangan pemilih muda berusia antara 18 dan 29 tahun, di mana 49 persen laki-laki memilih Trump, menghancurkan citra lama mengenai generasi muda yang berhaluan kiri.

Seperti yang dikatakan Elon Musk, raksasa teknologi, pengusaha kaya dan pendukung terbesar Trump pada Hari Pemilu: “kavaleri telah tiba.”

Kemenangan Trump terjadi ketika kesenjangan gender mulai terasa di kalangan generasi muda, yang berarti perempuan di bawah usia 29 tahun memiliki peluang lebih besar untuk memilih antara Harris dan Trump, 61-37.

Baca juga: Bisakah Korea Selatan Kirim Pasukan ke Ukraina untuk Ikut Perang?

“Ada banyak permusuhan antara pemilih Amerika, baik laki-laki maupun perempuan,” kata Tammy Vigil, profesor studi media di Universitas Boston, kepada AFP.

Read More : Tim Ukraina-AS Berunding di Arab Saudi demi Akhiri Perang dengan Rusia

“Kampanye Trump telah memberikan izin kepada masyarakat untuk menjadikan keinginan mereka lebih ekstrem dan melakukan berbagai bentuk perpecahan,” jelasnya.

Sementara itu, Spencer Thomas, seorang mahasiswa di Howard University, sebuah perguruan tinggi yang secara historis berkulit hitam di Washington, juga angkat bicara.

“Mereka lebih mementingkan kebijakan ekonomi dan hal-hal sejenisnya, dibandingkan hak aborsi,” kata Thomas.

Salah satu upaya Trump untuk menarik minat generasi muda adalah dengan tampil di podcast “Joe Rogan Experience” yang audiensnya sebagian besar adalah kaum muda dan laki-laki.

“Tujuannya adalah untuk melibatkan generasi muda,” kata Kathleen Dolan, ilmuwan politik di Universitas Wisconsin, Milwaukee.

Baca Juga: Harris Kalah, Partai Demokrat Salahkan Joe Biden

Penampilannya yang maskulin juga untuk menarik posisinya, baik perempuan maupun laki-laki, mereka mencintainya karena mereka melihatnya ‘tangguh’ dan ‘pemimpin’ dan yang jelas dia tidak tersinggung dengan apa yang dia katakan,” jelasnya.

Sekitar 54 persen warga Latin memilih Trump pada hari Selasa, menurut jajak pendapat Edison Research. Ini merupakan peningkatan besar sebesar 18 persen bagi Partai Republik dibandingkan tahun 2020. Lihat berita terbaru kami dengan mengunduh berita di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *