Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Kaitan Kuat antara Sering Mengantuk di Siang Hari dan Pikun - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Kaitan Kuat antara Sering Mengantuk di Siang Hari dan Pikun

KOMPAS.com – Tidur siang biasanya bukan merupakan tanda kelelahan atau kurang tidur. Selain itu, rasa kantuk di sela-sela aktivitas bisa menjadi tanda demensia, terutama pada lansia.

Read More : Aneurisma Otak Terjadi karena Apa? Ini Penjelasannya…

Menurut penelitian terbaru, peneliti yang mengalami rasa kantuk berlebihan di siang hari dan kurang konsentrasi memiliki peningkatan risiko kecelakaan kendaraan bermotor yang serius sebesar 35,5 persen dibandingkan dengan mereka yang kurang tidur.

Sindrom risiko motorik ditandai dengan gerakan lambat dan hilangnya ingatan pada orang lanjut usia yang belum didiagnosis menderita demensia.

Risiko terkena demensia juga meningkat dua kali lipat pada orang dengan kondisi ini.

“Sangat penting untuk mengetahui bahwa ada hubungan kuat antara masalah tidur dan gangguan motorik yang parah, karena intervensi dini dapat mencegah demensia,” kata ketua peneliti Dr. Victor Leroy.

Baca Juga: Dokter Jelaskan Pentingnya Diagnosis Demensia Dini

Demensia disebabkan oleh menurunnya fungsi otak akibat penuaan. Gejala yang paling umum adalah kehilangan ingatan, kecenderungan panik, dan kesulitan melakukan aktivitas rutin sehari-hari. Masyarakat awam menyebutnya usia tua, hal yang lumrah terjadi pada orang tua.

Leroy mengatakan ada beberapa cara untuk menjelaskan hubungan antara kantuk di siang hari dan demensia.

Read More : Sampel Anggur Shine Muscat di Malaysia Aman dari Residu Kimia

“Tidur berperan penting dalam ‘membersihkan’ racun yang menumpuk di otak. Selain itu, penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur memiliki protein yang berhubungan dengan Alzheimer,” jelas Leroy. , yang merupakan asisten profesor kedokteran geriatri.

Ditambahkan oleh profesor neurodegenerasi Tara Spires-Jones, pada orang yang berada pada tahap awal demensia, dapat terjadi perubahan patologis pada otak yang mempengaruhi tidur.

“Ini mungkin berarti penyakit tahap awal dapat menyebabkan insomnia, dibandingkan gangguan tidur yang menyebabkan penyakit mental,” ujarnya.

Oleh karena itu, para ahli menekankan bahwa masalah tidur bukanlah masalah kecil yang patut diabaikan. Tidur yang baik melindungi otak selama penuaan.

Baca juga: Gula Darah Tinggi, Otak Lebih Cepat Menua. Pilih metode pilihan Anda untuk bergabung dengan Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *