Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Alasan MG Belum Tertarik Pasarkan PHEV di Indonesia - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Alasan MG Belum Tertarik Pasarkan PHEV di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Morris Garages (MG) memiliki kendaraan listrik hybrid plug-in (PHEV) yang dijual di beberapa negara lain. Namun untuk pasar Indonesia, MG punya alasan tersendiri untuk tidak mau memasarkannya.

Read More : Korlantas Sebut 60 Persen Korban Kecelakaan Adalah Pengendara Motor

Zuo Chen, direktur penjualan dan pemasaran SAIC Motor International, mengatakan sebenarnya jika melihat portofolionya, SAIC merupakan salah satu perusahaan otomotif yang mampu menyediakan segala jenis energi.

Baca juga: MG Motor Indonesia Siap Ekspor, Tunggu Lampu Hijau

“Kami punya ICE, kami punya diesel, kami punya HEV, kami punya PHEV, kami punya BEV. Faktanya, kami punya sel bahan bakar (FCEV) di Tiongkok. Kami punya semua jenis powertrain. Di Thailand, kami punya plug-in hybrid HS,” kata Chen kepada wartawan saat ditemui baru-baru ini di BSD.

Chen menambahkan, alasan MG Motor Indonesia tidak memasarkan PHEV karena akan menambah biaya produksi tambahan.

Menurutnya, pemerintah terkadang juga mengeluarkan kebijakan yang mendukung atau mendorong produsen mobil untuk memproduksi mobil tersebut.

Baca Juga: MG menargetkan memiliki setidaknya 50 dealer pada tahun 2024

Read More : Jadwal MotoGP Barcelona 2024, Seri Terakhir Digelar Akhir Pekan Ini

“Kita bisa untung dari kebijakan itu, misalnya dukungan investasi. Nanti pada akhirnya pelanggan akan mempertimbangkan apakah harganya menarik atau tidak. Tentu sekarang kita bisa menghadirkan plug-in hybrid,” kata Chen.

“Namun, harganya akan tinggi. Artinya, dari segi ekonomi, dari segi produksi, harganya tidak sepadan, karena uangnya masih kecil. Tapi kita punya teknologi dari plug-in hybrid,” ujarnya.

Chen mengatakan MG akan mempertimbangkan untuk memperkenalkan produk yang paling menarik dan powertrain yang tepat, dengan skala ekonomi untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *