Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Amazon Keluar Dana Rp 7,7 Triliun, demi Pusat Data AI - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Tekno

Amazon Keluar Dana Rp 7,7 Triliun, demi Pusat Data AI

KOMPAS.com – Setelah Microsoft dan Google, Amazon kini melirik reaktor nuklir melalui anak perusahaannya Amazon Web Services (AWS) yang bergerak di sektor komputasi awan.

Read More : Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A15 5G Terbaru, HP Android Terlaris 2024

Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan listrik akibat penerapan pusat data kecerdasan buatan (AI data center).

AWS dilaporkan telah menginvestasikan US$500 juta (lebih dari Rp 7,7 triliun) pada startup X-Strength.

Perusahaan telah mengembangkan reaktor nuklir modular kecil (SMR).

“Kami melihat dibutuhkan kapasitas gigawatt dalam beberapa tahun ke depan, dan tidak akan ada cukup proyek pembangkit listrik tenaga angin dan surya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, jadi nuklir adalah peluang besar,” kata CEO AWS Matthew Garman.

Baca Juga: Setelah Microsoft, Google Pertimbangkan Pusat Data AI Core

Desain SMR digunakan dalam empat proyek SMR dengan Energy Northwest, sebuah konsorsium utilitas di negara bagian Washington.

Nantinya, Energy Northwest akan mengoperasikan reaktor nuklir modular kecil yang dibangun pada awal tahun 2030-an.

Perusahaan sedang menjajaki rencana pembangunan fasilitas nuklir mulai tahun 2020 menggunakan desain reaktor berpendingin udara suhu tinggi Xe-100.

SMR merupakan salah satu alternatif karena merupakan jenis reaktor nuklir canggih, berukuran sepersepuluh hingga seperempat dari pembangkit listrik tenaga nuklir konvensional.

Read More : Tanggal Rilis Game “GTA 6” Dipastikan Tak Molor

Hal ini memungkinkan SMR dibangun dekat dengan jaringan listrik.

Reaktor ini memiliki waktu konstruksi yang lebih cepat dibandingkan reaktor tradisional, sehingga dapat beroperasi lebih cepat.

Raksasa Amerika itu akan bisa membeli listrik dari empat modul pertama yang dibangun berkapasitas 320 megawatt (MW).

Kontrak tersebut mencakup “opsi pembangunan lebih lanjut” bagi SMR untuk mengembangkan 12 unit yang menghasilkan hingga 960 MW.

Menurut Amazon, SMR ini menghasilkan listrik yang cukup untuk memberi daya pada 770.000 rumah di AS.

Tenaga tambahan dari situs yang diperluas akan tersedia untuk Amazon serta bisnis dan rumah lain di wilayah tersebut.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *