Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

Apa Beda Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa? Ini Penjelasan Dokter - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Apa Beda Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa? Ini Penjelasan Dokter

KOMPAS.com – Intoleransi laktosa dan alergi susu sangat mirip sehingga banyak orang mengira keduanya sama.

Read More : California Umumkan Darurat Flu Burung, 1 Warga Kritis

Faktanya, alergi susu dan intoleransi laktosa adalah dua kondisi berbeda yang melibatkan masalah pencernaan.

“Alergi susu dan intoleransi laktosa adalah dua kondisi yang berbeda, meski keduanya melibatkan masalah pencernaan setelah mengonsumsi produk susu,” kata Dr. PhD. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Kamis (7/11/2024) melalui Antara.

Baca juga: Alergi susu pada anak bisa dicegah sejak dalam kandungan

Zakiuddin menjelaskan, alergi susu merupakan suatu kondisi di mana tubuh anak mengembangkan kekebalan terhadap protein seperti kasein atau whey yang ada dalam susu.

Alergi ini cenderung lebih serius dan memerlukan pengobatan segera, dan faktor genetik, terutama riwayat alergi dalam keluarga, dapat meningkatkan risiko alergi susu pada anak.

Jika seorang anak alergi terhadap susu sapi, biasanya ia akan mengalami gejala yang parah seperti ruam, muntah, gatal-gatal, pembengkakan pada mulut atau wajah, atau bahkan efek samping yang lebih serius.

Baca Juga: Alternatif Susu untuk Anak Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa

Sementara itu, Zakiuddin mengatakan intoleransi laktosa merupakan masalah pencernaan.

Berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa, gula alami dalam susu.

Read More : Keunggulan Pasang Balon Berlapis Obat untuk Cegah Serangan Jantung

Kondisi ini terjadi karena kurangnya enzim laktase yang membantu memecah laktosa di usus kecil.

Gejala umumnya berupa diare, kembung, dan sakit perut setelah mengonsumsi susu atau produk olahan susu.

Jika Anda memiliki intoleransi laktosa, tubuh Anda tidak akan bereaksi terhadap protein susu seperti alergi susu, namun akan kesulitan mencerna laktosa.

Menurutnya, intoleransi laktosa bisa terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa atau anak-anak yang lebih besar.

Anak-anak yang mengalami intoleransi laktosa dapat mengonsumsi sedikit produk susu atau produk dengan kandungan laktosa lebih rendah tanpa gejala yang parah.

Orang tua dapat mencoba memberikan susu rendah laktosa atau menyesuaikan jumlah susu untuk mengurangi gejala.

“Jika anak mengalami gejala setelah minum susu, penting untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan menentukan pengobatan yang tepat,” ujarnya. Dengarkan berita terkini dan pilihan terbaik kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *