Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

NEWS INDONESIA Apakah Apartemen Berkonsep TOD Lebih Diminati Masyarakat? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

NEWS INDONESIA Apakah Apartemen Berkonsep TOD Lebih Diminati Masyarakat?

JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan ini banyak pengembang yang menawarkan apartemen dengan konsep Transportation Oriented Development (TOD) atau pembangunan berorientasi transit.

Read More : Investasi Cerdas: Rumah Subsidi di Belitung

Jika tinggal di apartemen berkonsep TOD, penghuninya bisa dengan mudah mengakses transportasi umum.

Namun benarkah apartemen berkonsep TOD lebih populer di kalangan masyarakat Indonesia?

Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI), Bambang Ekajaya menegaskan, masyarakat yang tinggal di apartemen umumnya menginginkan kepraktisan dan efisiensi.

Konsep TOD cocok banget untuk pasar seperti ini, ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (16/7/2024).

Bambang punya alasan, integrasi apartemen TOD akan memudahkan penghuninya menuju tempat kerja, tempat usaha, dan tempat lainnya.

Baca juga: Masa berlaku apartemen SHM akan habis? Berikut cara mengonfigurasi ekstensi

Read More : Catat, 31 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup Saat Malam Tahun Baru 2025

Sehingga memungkinkan mereka untuk tidak membutuhkan atau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Dan hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mengoptimalkan transportasi umum dan mengurangi kemacetan,” tambah Bambang.

Namun ada beberapa faktor yang menghambat penjualan apartemen, termasuk yang berkonsep TOD, di antaranya: Harga apartemen yang relatif mahal bagi sebagian besar calon konsumen. Standar hidup apartemen terkadang menghalangi orang untuk tinggal di sana. Sering terjadi masalah dalam pengelolaan apartemen. Persatuan Pemilik Rumah Susun dan Tetangga (P3SRS) 

Selain itu juga adanya penerapan Iuran Pengelolaan Lingkungan Hidup (IPL) dan DC yang membuat masyarakat merasa mahal setiap bulannya, pungkas Bambang. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *