Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Apple Ogah Bikin Pesaing Google Search, Mengapa? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Tekno

Apple Ogah Bikin Pesaing Google Search, Mengapa?

KOMPAS.com – Apple merupakan perusahaan teknologi yang terkenal dengan beragam produknya. Mulai dari iPhone, iPad, Mac, hingga berbagai produk dan layanan yang sering dipromosikan perusahaan teknologi lain.

Read More : Penggunaan HP Bisa Merusak Kualitas Sperma, Benarkah Demikian?

Namun hingga saat ini Apple belum mengembangkan mesin pencari seperti Google. Bahkan Apple mengaku enggan memasuki bisnis ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Senior Vice President of Services Apple Eddy Cue dalam pernyataan yang disampaikan ke pengadilan federal Amerika Serikat di Washington DC pekan lalu. 

Dalam sambutan yang sama, Cue juga menjelaskan alasan Apple enggan mengembangkan mesin pencari. Ada empat alasan utama mengapa Apple enggan mengembangkan mesin pencarinya sendiri.

Baca juga: Sekali Kaya, Kekayaan Apple Tembus $400 Juta

Pertama, menurut Cue, pembuatan mesin pencari membutuhkan biaya miliaran dolar AS. Prosesnya juga memakan waktu bertahun-tahun.

Jika Apple memasuki bisnis ini, menurut Cue, biaya investasi akan dipangkas dan karyawan harus digunakan untuk memantau bisnis perusahaan.

Alasan kedua, Apple meyakini bisnis pencarian berkembang pesat berkat kecerdasan buatan (AI). Karena industri ini berkembang begitu pesat, Apple mengatakan akan berisiko secara ekonomi jika mengembangkan mesin pencarinya sendiri.

Ketiga, jika Anda ingin membuat mesin pencari yang bagus, Apple perlu menjual iklan bertarget. Namun, hal ini bertentangan dengan komitmen Apple terhadap privasi, seperti dilansir MacRumors.

Alasan terakhir adalah Apple merasa tidak memiliki bakat teknis yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menjalankan bisnis mesin pencari yang sukses.

Read More : Kenapa Bloatware HP Xiaomi Sulit Dihapus? Begini Cara Mengatasinya

Penjelasan ini disampaikan Apple di pengadilan sebagai bagian dari persidangan yang bertujuan untuk memonopoli Google di pasar mesin pencari. Dalam kasus tersebut, pengadilan menyatakan bahwa perjanjian antara Google dan Apple tidak sah. 

Baca Juga: Google Dinyatakan Bersalah dalam Gugatan Monopoli Mesin Pencari

Kesepakatan yang dimaksud adalah menjadikan Google Search sebagai mesin pencari default di browser Safari Apple.

Sekadar informasi, Google membayar Apple sekitar US$20 miliar (sekitar Rp 325 triliun) untuk melindungi mesin pencari Safari miliknya hingga tahun 2022. Perjanjian ini dianggap ilegal oleh Departemen Kehakiman (DoJ) AS.

Namun, meski perjanjian tersebut kemudian dibatalkan oleh pengadilan, Apple menegaskan tidak akan mengembangkan mesin pencarinya sendiri. Alasannya dijelaskan di atas, dikumpulkan KompasTekno dari Reuters, Minggu (29/12/2024). Google telah membayar Apple sejak tahun 2002

Google dan Apple tidak pernah menyebutkan nilai kesepakatan mesin pencari mereka. Pada sidang tahun 2023, pejabat Apple hanya mengatakan bahwa Google telah menghabiskan “miliaran” dolar untuk kesepakatan tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Namun, Kevin Murphy, seorang ekonom Google dan saksi persidangan, secara tidak sengaja mengungkapkan bahwa Google membayar Apple 36 persen dari pendapatan iklan pencarian Safari.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *