Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine's Gifts 2026

Arkeolog Temukan Industri Kosmetik di China Berkembang Pesat Tahun 618 - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Arkeolog Temukan Industri Kosmetik di China Berkembang Pesat Tahun 618

BEIJING, KOMPAS.com – Para arkeolog telah menemukan industri kosmetik berusia seribu tahun di China.

Read More : Israel Izinkan Pengungsi Kembali ke Gaza Utara Setelah Perjanjian Gencatan Senjata

Penemuan industri yang berkembang pesat antara tahun 618 hingga 907 M ini menghasilkan berbagai macam produk, antara lain pelembab berbahan lemak hewani dan pembesar alis menggunakan bubuk grafit.

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Archaeological and Anthropological Sciences, produk-produk ini terutama digunakan oleh orang-orang kaya non-elit di Dinasti Tang.

Baca Juga: 2 WN China Tewas dalam Ledakan Bandara Pakistan

Studi tersebut mengevaluasi ribuan makam di ibu kota Dinasti Tang, Xi’an, dan menemukan bahwa masyarakat Tionghoa yang tinggal di sana tidak hanya mengembangkan tetapi juga mengadaptasi resep kosmetik.

Seperti dilansir The Independent, Sabtu (12/10/2024), misalnya, makanan lembab yang dianggap lemak ruminansia mengandung sedikit minyak biji nabati.

Lebih mudah untuk didistribusikan dibandingkan lemak ruminansia konvensional di musim dingin dan kering di Tiongkok utara.

“Ini menunjukkan bahwa resep pelembab telah dioptimalkan,” kata penelitian tersebut.

Bukti lain yang ditemukan para arkeolog adalah penggunaan kosmetik berwarna. Mereka menemukan campuran residu organik yang terbuat dari minyak nabati, ngengat, dan ekstrak tumbuhan.

Read More : Mendagri Akan Bertemu Ketua MK, Bahas Mundurnya Jadwal Pelantikan Kepala Daerah

Produk perawatan kulit lainnya di situs ini mungkin dibuat dari campuran resin dan pigmen tumbuhan.

Dijelaskan bahwa penelitian tersebut menemukan bahwa orang-orang di Dinasti Tang menggunakan produk yang sama seperti lipstik dan perona pipi saat ini.

“Bola logam grafit digunakan sebagai kosmetik alis, dan campuran timah dan lem hewan digunakan sebagai lipstik atau perona pipi,” jelasnya.

Namun, beberapa produk mungkin mengandung mineral merkuri yang mungkin beracun bagi konsumen.

Baca Juga: Konflik di Myanmar menghambat proyek ambisius China

“Temuan ini menunjukkan bahwa pada masa Dinasti Tang di Tiongkok, kosmetik sangat beragam dan dibuat dari berbagai bahan mentah, termasuk tumbuhan, hewan, dan mineral,” kata studi tersebut. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *