Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

ARM Cabut Lisensi Qualcomm, Chip Snapdragon X Elite dan Snapdragon 8 Elite Terancam? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Tekno

ARM Cabut Lisensi Qualcomm, Chip Snapdragon X Elite dan Snapdragon 8 Elite Terancam?

KOMPAS.com – Perang antara ARM dan Qualcomm semakin memanas. Kini ARM dikabarkan berencana mencabut lisensi desain ARM milik Qualcomm dalam waktu 60 hari ke depan. Kabar tersebut muncul setelah saluran berita Bloomberg melihat dokumen internal ARM.

Read More : MediaTek Helio G100 Dirilis, Chipset Kelas Menengah Dukung Kamera 200 MP

ARM adalah perusahaan desain mikroprosesor besar yang berbasis di Inggris. Desain ARM mendominasi pasar chip seluler.

Salah satu prosesor berbasis ARM yang beredar di pasaran adalah Snapdragon besutan Qualcomm, produsen semikonduktor yang berbasis di San Diego, AS.

Pembatalan lisensi ARM diyakini akan mempengaruhi produksi chip Snapdragon, yakni Snapdragon yang menampilkan inti CPU Oryon.

Baca Juga: Resmi Qualcomm Snapdragon 8 Elite, Chip 3 Nm Masalah Lisensi Snapdragon 8 Gen 3 CPU Qualcomm-Nuvia Oryon

Perselisihan antara ARM dan Qualcomm bermula dari perselisihan perizinan teknologi dari Nuvia, perusahaan yang diakuisisi Qualcomm pada tahun 2021.

Nuvia dikabarkan memiliki lisensi untuk membangun ARM untuk membuat CPU server sebelum diakuisisi oleh Qualcomm. Jenis CPU ini digunakan di pusat data, komputasi awan, dan infrastruktur internet global.

Setelah diakuisisi oleh Qualcomm, Nuvia menggunakan lisensi arsitektur ARM untuk mengembangkan chip seluler dan memproduksi inti CPU Oryon.

CPU Oryon ini dibangun ke dalam Snapdragon X Elite, sebuah chip yang ditujukan untuk perangkat laptop. Qualcomm menjual chip ini ke perusahaan seperti HP Inc. Dan Microsoft

Prosesor Snapdragon X Elite adalah komponen kunci dari jajaran laptop baru yang berfokus pada kecerdasan buatan yang disebut PC AI.

Read More : SP NEWS GLOBAL Acer Rilis Nitro Blaze 7, Handheld Gaming dengan OS Windows

Baca juga: Nvidia batalkan pembelian ARM, Rp 575 triliun

Karena struktur royalti untuk lisensi CPU server dan CPU seluler berbeda, perubahan penggunaan lisensi ini dianggap sebagai pelanggaran kontrak oleh ARM.

ARM membawa kasus ini ke pengadilan pada tahun 2022. Dalam gugatannya, ARM meminta pengadilan memaksa Qualcomm membatalkan desain chip yang dikembangkan perusahaan bernama Nuvia. Kasus ini dijadwalkan untuk disidangkan hingga Desember 2024.

ARM mengajukan gugatan dan kemudian mencabut lisensi Nuvia pada Februari 2023 setelah negosiasi gagal mencapai kesepakatan.

Bahkan setelah lisensinya dicabut, Qualcomm tampaknya tetap menggunakan CPU Orion rancangan Nubia menggunakan desain ARM untuk chipset Snapdragon 8 Elite. Chipset ponsel andalan ini baru saja diumumkan pada 22 Oktober 2024.

ARM juga mengeluarkan pemberitahuan untuk mencabut lisensi Qualcomm dalam 60 hari ke depan, menurut laporan Bloomberg.

Hal ini dapat berdampak pada pengembangan prosesor Snapdragon berbasis CPU Oryon jika kesepakatan baru tidak tercapai sebelum pengujian dimulai pada Desember 2024.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *