Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Australia Tinjau Kembali 66 Izin Ekspor Militer ke Israel - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Australia Tinjau Kembali 66 Izin Ekspor Militer ke Israel

SYDNEY, KOMPAS.com – Australia sedang meninjau 66 izin ekspor Israel terkait pertahanan yang disetujui sebelum konflik Gaza.

Read More : Trump Bakal Pangkas 1.600 Pekerja USAID di AS

Tinjauan ini mirip dengan tinjauan pemerintah Inggris baru-baru ini terhadap izin senjata Israel, yang hasilnya akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber mengatakan Departemen Pertahanan meninjau setiap izin secara individual dan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan tanggung jawab nasional Australia, termasuk hak asasi manusia.

Baca juga: Raja Charles Tiba di Australia, Kunjungan Pertama Tahun 1966.

Menurut Guardian, juru bicara Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bahwa penyelidikan sedang berlangsung: 

“Seiring dengan berkembangnya situasi di Timur Tengah, Australia terus secara proaktif meninjau hak ekspor ke Israel untuk memastikan hak tersebut konsisten dengan kerangka peraturan kami,” katanya.

Pemerintah Federal telah berulang kali menyatakan bahwa Australia belum memasok senjata dan amunisi kepada Israel sejak konflik dimulai dan bahkan lima tahun lalu, dan terus mempertahankan pendiriannya.

Namun, pemerintah dikritik karena tidak merinci apa saja yang termasuk dalam setiap hak. 

Pemerintah Australia juga telah menerima permohonan untuk membuat rantai pasokan global untuk pesawat F-35. Israel menggunakan jet tempur F-35 di Jalur Gaza.

Pada bulan Juni tahun ini, para pejabat Pertahanan mengatakan kepada Parlemen bahwa Australia bukanlah eksportir pertahanan ke Israel, namun izin diperlukan untuk sejumlah barang termasuk peralatan TI, perangkat lunak, radio, peralatan elektronik, dan barang-barang yang dapat digunakan ganda.

Read More : Rangkuman Hari Ke-1.039 Serangan Rusia ke Ukraina: Buku Catatan Tentara Korut | Slovakia Siap Gelar Perundingan

Para pejabat mengatakan Australia telah mengeluarkan 247 izin terkait Israel sejak 2019, dan sekitar 66 di antaranya masih aktif.

Baca juga: Hasil Serangan Rusia ke Ukraina selama 967 Hari: Australia Kirim 49 Tank Abrams | Trump mengkritik Zelensky

Tak lama setelah komentar tersebut dibuat, Guardian Australia mengajukan permintaan Freedom of Information Act untuk daftar lengkap isi dari 66 lisensi tersebut.

Namun Kementerian Pertahanan tidak memenuhi tenggat waktu tersebut.

Baca juga: Krisis Penjualan Tiket Green Day, Australia Terbitkan Aturan Penetapan Harga Tiket Baru

Permohonan tersebut saat ini sedang dipertimbangkan oleh Komisioner Informasi.

Pejabat Departemen Pertahanan mengatakan pada saat itu bahwa mereka akan meninjau izin yang ada. Dengarkan Injil dan pilihan pesan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran pesan favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan WhatsApp sudah terinstal.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *