Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

Bahaya kalau Sampai Salah Mengoperasikan Tuas Mobil Matik - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Bahaya kalau Sampai Salah Mengoperasikan Tuas Mobil Matik

JAKARTA, KOMPAS.com – Mobil matic menjadi pilihan banyak orang karena kenyamanannya. Namun penggunaan tuas transmisi yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kerusakan serius pada kendaraan dan menyebabkan kecelakaan.

Read More : Puan Ingatkan Perusahaan soal THR: Harus Dibayar Penuh dan Tepat Waktu

Kesalahan umum, seperti menggerakkan kopling saat mobil melaju, dapat merusak sistem transmisi yang dirancang untuk beroperasi di area tertentu. Pengemudi harus memahami cara menggunakannya dengan benar agar berkendara tetap aman dan nyaman.

Menurut Indra Kurniawan, pemilik Kurumida Service, salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah memindahkan tuas dari “D” (Drive) ke “R” (Reverse) tanpa menyadari mobil dalam keadaan berhenti total.

Baca Juga: Apakah CVT Cocok untuk Pengendara Agresif?

Hal ini memberikan tekanan mendadak pada bagian transmisi yang bekerja berlawanan arah. Jika terus berlanjut, transmisi bisa rusak parah, jelas Indra kepada Kompas.com, Minggu (12/1/2024).

Kesalahan umum lainnya adalah menggunakan posisi “N” (netral) saat menuruni jalan. Indra menjelaskan, praktik ini sering dianggap menghemat lemak, padahal berbahaya.

“Saat mobil di posisi ‘N’, kendali terhadap mobil berkurang karena transmisi tidak lagi menopang rem. Akibatnya, rem bekerja lebih keras sehingga bisa menimbulkan panas,” jelas Indra.

Selain itu, Indra juga mengingatkan pengendara agar tidak meninggalkan tuas pada posisi “D” jika berhenti dalam waktu lama, misalnya di lampu merah. Menurut dia, kondisi tersebut akan menyebabkan bagian kopling terus bekerja tanpa henti sehingga mengurangi umur pakainya.

Read More : Cara Download WhatsApp Business di HP Android dan iPhone

“Untuk menghindari cedera, pindahkan tuas ke posisi ‘N’ saat kendaraan diam dalam jangka waktu lama,” jelas Indra.

Indra memberikan beberapa tips terkait parkir di lereng atau turunan. Ia menganjurkan agar pengemudi selalu menginjak rem tangan terlebih dahulu sebelum menempatkan tuas di posisi “P” (Parkir).

Untuk menghindari risiko cedera, Indra menyarankan agar pengemudi memahami setiap fungsi sesuai buku manual kendaraan.

Baca juga: Pinjaman Toyota Avanza Murah, DP Mulai Rp 15 Juta 4,9 Juta Unit

“Meski mobil dirancang untuk mempermudah, namun pengemudi tetap perlu belajar cara menggunakannya agar mobil tetap kuat dan berjalan dengan baik,” kata Indra. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk menemukan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *