Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

Bangun 3 Juta Rumah Per Tahun, Pemerintah Bisa Atasi Kekurangan "Backlog" - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

Bangun 3 Juta Rumah Per Tahun, Pemerintah Bisa Atasi Kekurangan “Backlog”

JAKARTA, KOMPAS.com – Jumlah backlog perumahan di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan data Kementerian PUPR, saat ini dibutuhkan 12,7 juta unit rumah untuk mencapai zero backlog Indonesia.

Read More : Ingin Menggunakan Batu Alam sebagai Fasad Rumah? Ini Sederet Manfaatnya

Otoritas Real Estate Indonesia (REI) telah menunjukkan kesediaan dan dukungannya terhadap proyek pembangunan 3 juta rumah setahun sekali.

Seperti diketahui, proyek pembangunan 3 juta rumah per tahun merupakan gagasan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurut REI, program tersebut sangat realistis dan konsisten dengan upaya mengatasi backlog perumahan yang terus meningkat.

Baca Juga: Apersi Minta Tambahan Kuota Perumahan Minimal 250.000 Unit

Joko Suranto, Ketua Umum DPP REI, mengatakan jika ada kemajuan yang berkelanjutan, backlog perumahan akan berkurang dan dikelola dengan lebih baik pada tahun 2029.

Pengurangan backlog perumahan di negara ini dikatakan tidak dapat diselesaikan dengan cara-cara yang biasa dilakukan selama ini.

Namun, semuanya harus ditangani dengan cara yang khusus dan tidak konvensional. Hal ini melibatkan pengarahan pasokan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat.

“Yang terpenting permasalahan perumahan harus diutamakan. pengembangan karakter manusia Indonesia. “Karena karakter bangsa dimulai dari rumah,” tegas Joko.

Pada tahun 2035, hampir 66 persen penduduk Indonesia, atau sekitar 304 juta jiwa, akan tinggal di perkotaan.

Read More : GLOBAL NEWS Mau Bangun Rumah Dua Lantai? Nih Kisaran Biayanya

Situasi ini memerlukan manajemen yang baik. Termasuk menyediakan perumahan sesuai dengan amanat konstitusi.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Janji Bangun 3 Juta Rumah

“Jumlah masyarakat Indonesia yang tidak memiliki rumah sekitar 20 persen, dan jumlah tersebut berpotensi terus berlanjut. Artinya Indonesia sudah memasuki fase darurat perumahan. Oleh karena itu, harus segera disikapi dengan sangat serius,” jelasnya.

Sekadar informasi, REI saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk mengkaji seberapa besar kontribusi sektor real estate terhadap pertumbuhan perekonomian Tanah Air.

Joko memperkirakan sektor perumahan merupakan bagian dari sektor real estate padat karya. Oleh karena itu, industri ini terbukti menjadi tulang punggung perekonomian yang kuat yang menggerakkan lebih dari 180 industri terkait lainnya.

“Kalau sektor real estate bisa cepat, industri lain juga akan bergerak dalam jumlah besar dari produk bahan bangunan. bahan bangunan Mebel dan kerajinan ke penjual makanan di sekitar lokasi konstruksi, “kata Joko Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *