Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

Balaji School of Sports Science - Sri Balaji University, Pune

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Belajar dari Penarikan Latio oleh BPOM: Apa Itu Bakteri Bacillus Cereus? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Belajar dari Penarikan Latio oleh BPOM: Apa Itu Bakteri Bacillus Cereus?

KOMPAS.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghentikan sementara peredaran makanan asal China, “latiao” karena terkontaminasi bakteri Bacillus cereus.

Read More : Dokter Kandungan Lecehkan Pasien di Garut, Ini SOP USG Kata Pakar

Penghentian sementara peredaran latiao di pasaran merupakan respons BPOM setelah mendapat laporan adanya kejadian khusus keracunan makanan (KLBKP) di banyak tempat usai mengonsumsi latiao.

Wilayah KLBKP meliputi Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangsel, Bandung Barat, dan Pamekasan.

Baca Juga: BPOM Hentikan Distribusi Produk Latioa Setelah Ditemukan Keracunan Makanan

Sebelumnya, dikutip Antara, Minggu (7/7/2024), 16 siswa SDN Cidadap I Kecamatan Sukaraja keracunan akibat memakan produk Latiao, Latiao Strip, dan Latiru Pedas Pedas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, BPOM menemukan indikasi adanya bakteri Bacillus cereus pada kandungan latiao, seperti dilansir Antara, Jumat (11/1/2024).

BPOM menganalisis 73 produk Latiao yang beredar di Indonesia, empat di antaranya ditemukan mengandung bakteri Bacillus cereus.

Direktur BPOM Taruna Ikrar mengatakan, virus menular tersebut menyebabkan korbannya mengalami gejala keracunan seperti sakit perut, sakit kepala, mual, dan muntah.

Dari penarikan kembali produk Latiao oleh BPOM, ada sesuatu yang bisa kita pelajari tentang bakteri Bacillus cereus. Artikel ini akan menjelaskannya.

Baca juga: 12 Masalah Keracunan Makanan yang Harus Diwaspadai Apa Itu Bakteri Bacillus cereus?

Menurut Klinik Cleveland, Bacillus cereus atau B. cereus merupakan organisme mikroskopis yang menghasilkan racun berbahaya (toksin).

Read More : Kenapa Kadar Gula Darah Puasa Tinggi? Ini Penyebabnya…

Bakteri B. cereus yang menyerang usus menyebabkan keracunan makanan. Penyakit ini pulih dengan cepat dalam waktu 24 jam.

Makanan yang biasa menyebabkan keracunan makanan bila terkontaminasi bakteri Bacillus cereus antara lain: Ikan Produk susu Daging Sup Sayuran Nasi Keju Pasta Kue Kering Kentang Sushi

Baca juga: 15 Jenis Keracunan Makanan yang Harus Diwaspadai

Namun, Anda mungkin mengalami infeksi yang lebih serius jika infeksi terjadi di bagian tubuh selain saluran pencernaan (B. cereus non-intestinal).

Apalagi jika daya tahan tubuh lemah atau Anda mengalami cedera akibat operasi atau trauma.

Infeksi yang lebih serius yang disebabkan oleh bakteri nonintestinal B. cereus termasuk bakteremia, endophthalmitis, abses, meningitis, dan pneumonia.

B. cereus non-usus banyak ditemukan pada debu, kayu, tanah, dan air. Kemudian bakteri tersebut menyerang mata, saluran pernapasan, dan luka.

Baca juga: 6 Cara Mengobati Keracunan Makanan di Rumah

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *