Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

GLOBAL NEWS Benarkah Apartemen Lebih Diincar ketimbang Rumah Tapak? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

GLOBAL NEWS Benarkah Apartemen Lebih Diincar ketimbang Rumah Tapak?

JAKARTA, KOMPAS.com – Memiliki rumah idaman tentunya menjadi dambaan setiap orang. Namun banyak kendala yang dihadapi.

Read More : Bagaimana Kecanduan Judi “Online” Menghancurkan Hidup dan Moral?

Dari sisi regulasi, pemerintah terus mendorong pengembang untuk lebih banyak membangun rumah atau apartemen vertikal.

Kebijakan ini dinilai menjadi solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan perumahan meski terdapat kendala lahan di perkotaan.

Pada saat yang sama, mereka mendapat kendala dari masyarakat akibat kenaikan harga rumah.

Namun timbul pertanyaan: apakah apartemen atau kondominium lebih populer dibandingkan rumah tapak?

Wakil Ketua Umum (Vaketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya pun menanggapi Kompas.com pada Selasa (16/07/2024). 

Baca juga: Konsep Apartemen TOD Populer di Kalangan Masyarakat?

“Sebenarnya masyarakat lebih memilih rumah tanah,” tegas Bambang.

Read More : Pembatasan Luas Penguasaan Kepemilikan Tanah

Namun sayangnya, harga rumah tanah di perkotaan atau lokasi strategis terlalu mahal atau tidak bisa diterima oleh sebagian orang.

Oleh karena itu, sebagian orang memilih apartemen atau kondominium karena harganya yang terjangkau.

Misalnya ada calon pembeli dengan budget 500 juta rupiah, jelas Bambang.

Jika ia membeli sebidang tanah, ia akan mendapat tempat yang jauh dari tempat kerja, karena letaknya di pinggiran.

Sekaligus dengan budget yang sama, Anda bisa mendapatkan apartemen pengembangan transportasi (TOD) di kawasan strategis dengan akses transportasi yang baik, ”tegas Bambang. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *