Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Benarkah Ganti Oli Mobil Matik CVT Dipercepat Bikin Awet Transmisi? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

Benarkah Ganti Oli Mobil Matik CVT Dipercepat Bikin Awet Transmisi?

SOLO, KOMPAS.com – Penggantian oli pada kendaraan matic dengan transmisi variabel kontinu (CVT) merupakan salah satu upaya perawatan kendaraan untuk memastikan performa transmisi tetap optimal.

Read More : Apartemen LRT City Tebet Tower 1 Habis, ADCP Rilis Tower 2

Oli CVT berfungsi untuk melumasi komponen transmisi, menjaga kestabilan suhu pengoperasian, serta mengurangi gesekan dan keausan pada komponen penting seperti sabuk dan puli. Oleh karena itu, penggantian oli secara berkala perlu dilakukan.

Namun, jika Anda mengganti oli CVT sebelum jadwal yang dianjurkan dalam buku petunjuk perawatan mobil, apakah transmisinya akan bertahan lebih lama?

Baca juga: Dalam video tersebut, pengendara sepeda motor tertidur dan mencekik dirinya sendiri

Ivan, pemilik Ivan Motors Honda Auto Clinic, mengatakan jika ingin CVT bertahan lebih lama, penggantian oli bisa lebih cepat dibandingkan manual.

“Segera ganti oli sesuai buku petunjuk perawatan mobil, paling aman ganti oli setiap 20.000 km dan filter setiap 40.000 km.” kata Ivan saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Dengan mengganti oli lebih cepat akan membantu menghilangkan kotoran dan partikel yang menumpuk pada transmisi yang jika tidak ditangani dapat mengganggu kinerja komponen CVT.

Direktur Teknik Nasmoco Demak Eco Celestio mengatakan, penggantian oli CVT berpedoman pada buku manual pemilik yang sebaiknya diganti setiap 100.000 km, dengan spesifikasi oli yang telah ditentukan.

Read More : Ada Hunian Modern di Parung, Harga Mulai Rp 990 Juta

Baca Juga: Jawaban Penyedia Charging Station, SPKLU Tak Boleh di Basement

Namun ada kalanya interval penggantian bertambah jika mobil digunakan dalam kondisi berkendara ekstrim, sehingga sebaiknya diganti setiap 40.000 km atau paling banyak 80.000 km, kata Eco.

Eco menjelaskan, mobil yang sering digunakan membuat transmisi bekerja lebih keras dari biasanya, dan kualitas bahan bakar lebih cepat menurun.

“Kualitas bahan bakar kemungkinan besar akan menurun dengan cepat jika kendaraan dikemudikan lebih bertenaga dari biasanya, seperti memutar mesin terus menerus selama lebih dari 2 jam, mengangkat beban berat, dll,” kata manual tersebut. gema Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *