Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

BSSN Sebut "Ransomware" Masih Jadi Ancaman pada Pilkada Serentak 2024 - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

BSSN Sebut “Ransomware” Masih Jadi Ancaman pada Pilkada Serentak 2024

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian mengungkapkan Pilkada Serentak 2024 masih terancam serangan ransomware.

Read More : Nissan Boyong Skyline GT-R R32 Elektrik di Tokyo Auto Salon

Hal itu disampaikan Hinsa usai rapat kerja dengan Pengurus I DPR RI pada Kamis (7/11/2024).

“Pilkada, seperti yang kita alami selama ini, sebagian besar adalah ancaman ransomware,” kata Hinsa kepada wartawan.

Baca Juga: BSSN Sebut Akan Selalu Sinkronisasi Saat Kembangkan KPU Sirekap

Hinsa menjelaskan, ransomware dapat terjadi dalam berbagai bentuk, antara lain perusakan atau penghapusan konten dan data, serta pencurian data.

“Yang kurang adalah penyanderaan dan rasa malu. Kerusakan jaringan berarti penampilan berubah,” jelas Hinsa.

Ia mengklaim BSSN telah menerapkan langkah keamanan siber untuk menghadapi ancaman tersebut.

Ada fase perencanaan, persiapan dan pelaksanaan dalam setiap operasi keamanan.

Read More : Serangan Rudal Rusia Tewaskan 34 Orang di Sumy, Zelensky Desak Dunia Bertindak Tegas

“Hanya operasional keamanan siber yang relatif lebih lama. Kenapa? Semua sistem elektronik yang digunakan perencana dalam hal ini KPU, Bawaslu, dll, kita perlu lihat sistemnya seperti apa, kelemahannya di mana, baru kita bisa. menciptakan alat yang “akan mendukung keamanan,” jelas Hinsa.

Baca Juga: BSSN Akui Sistem Elektronik Pemerintah Rentan Diretas Pelaku Judi Online

Selain itu, Hinsa menyampaikan, perwakilan BSSN telah ditempatkan di KPU, Komisi Pemilihan Umum (Bavaslu) dan Mahkamah Konstitusi (MC).

“Secara umum kami siap untuk mulai membangun sarana prasarana di setiap KPUD, kabupaten/kota dan provinsi, sudah kami tetapkan dan akan kami pantau dari Jakarta,” kata Hinsa.

Semua informasi itu pun ia ungkapkan pada rapat kerja Komisi I RKDR yang digelar secara tertutup. Dengarkan berita dan pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *