SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Diabetes pada Anak Meningkat: Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan

sp-globalindo.co.id – Penyakit diabetes kini banyak menyerang anak-anak. Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi RS JIH Solo, dr. Agustina Wulandari, Sp. A, subsp. Bentuk diabetes yang paling umum adalah diabetes tipe 1, jelas Nephro.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 1.400 anak di Indonesia menderita diabetes tipe 1, namun jutaan anak diperkirakan tidak terdiagnosis karena keterlambatan diagnosis dan kematian. kompleksitas.

Sekadar informasi, diabetes tipe 1 adalah suatu kondisi di mana sel-sel pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tidak memproduksi cukup insulin. Akibatnya, gula darah tidak bisa diubah atau diubah menjadi energi.

Baca juga: Sering Tidur Salah Satu Gejala Diabetes? Berikut penjelasannya…

Menurut Tina, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi anak terkena diabetes tipe 1, antara lain faktor genetik (kerusakan genetik), riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1, dan faktor imunologi, seperti imunodefisiensi atau autoimunitas.

“Selalu (diabetes tipe 1) berhubungan dengan sistem autoimun,” kata dokter yang biasa disapa dr. Jadi ada kondisi medis yang mendasari yang menyebabkan penyakit tersebut terjadi.” Diskusi Kesehatan Tina, Jumat (29/11/2024) bersama Kompas Kesehatan.

Gejala diabetes tipe 1 pada anak antara lain sesak napas, kejang, sering lemas, luka sulit sembuh, gangguan tumbuh kembang, dan gangguan penglihatan.

Meski diabetes tipe 1 lebih sering terjadi pada anak-anak, Tina mengatakan kini ada pasien anak-anak yang menderita diabetes tipe 2, atau pradiabetes.

Tanda fisik diabetes tipe 2 pada anak bisa dikenali dari warna lehernya yang hitam.

“Anak yang aktif, sehat, tiba-tiba lemas, aktivitas berkurang, dan lesu (kurang tidur) patut dicurigai menderita diabetes tipe 2,” tambah Tina.

Baca juga: Apa saja gejala umum diabetes? Berikut daftar 11… untuk mencegah diabetes

Dr Tina menjelaskan sejumlah cara mencegah diabetes pada anak, antara lain dengan rutin berolahraga, terutama latihan kekuatan minimal tiga kali seminggu.

Anak juga disarankan untuk membatasi aktivitas sedentary (duduk) setiap 30-60 menit, yang dapat dilakukan dengan berjalan kaki singkat. Lalu, tidur yang cukup juga akan membantu mengontrol gula darah sehingga Si Kecil terbebas dari risiko diabetes.

Sementara itu, ahli gizi Dr. Indrawati, Sp. GK menjelaskan pentingnya membatasi makanan berkalori tinggi pada anak. Anak sebaiknya selalu diajarkan untuk minum air putih dan dianjurkan minum jus tanpa tambahan gula atau pemanis.

“Jangan jadikan makanan atau permen sebagai camilan,” jelas dokter, “itu menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi kebiasaan pada anak.” “Orang tua kemudian bisa menjelaskan jenis makanan yang dikonsumsi, memberikan contoh pola makan seimbang.”

Baik ayah maupun ibu mempunyai pilihan dalam memilih makanan kemasan. Sebaiknya perhatikan bahan-bahannya, karena makanan mungkin mengandung gula tersembunyi, seperti sukrosa, fruktosa, dan maltosa.

Perlu diketahui, jumlah kasus diabetes di Indonesia masih cukup tinggi.

Berdasarkan data, 7,2 persen penduduk Indonesia atau 19,5 jiwa terkena penyakit diabetes. Peningkatan jumlah penderita diabetes terbesar terjadi antara tahun 2010 hingga 2023. Salah satu penyebabnya adalah penyebaran Covid-19.

Terlalu banyak screen time selama musim flu akibat aktivitas internet dan makanan manis telah menyebabkan banyak orang terkena diabetes.

Baca Juga: Tingginya Kasus Diabetes pada Anak, IDAI Minta Distribusi Produk Berbahan Gula Diperketat. Pilih saluran berita favorit Anda sp-globalindo.co.id Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *