Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

NEWS INDONESIA Ekonomi Ambruk, Pengangguran di Gaza Melonjak 80 Persen, Dampak Terasa hingga Generasi Mendatang - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

NEWS INDONESIA Ekonomi Ambruk, Pengangguran di Gaza Melonjak 80 Persen, Dampak Terasa hingga Generasi Mendatang

GAZA, KOMPAS.com – Organisasi Buruh Internasional (ILO) PBB menyatakan pengangguran di Gaza meningkat hingga hampir 80 persen sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas.

Read More : Israel Serang Gaza Utara dan Selatan, 30 Orang Tewas

Faktanya, output perekonomian telah anjlok sebesar 85 persen sejak konflik dengan Israel dimulai tahun lalu.

Akibatnya, hampir seluruh 2,3 juta penduduk Gaza jatuh ke dalam kemiskinan.

Baca juga: Jika Diserang, Iran Akan Pukul Israel Lebih Sakit

Seperti diberitakan Reuters, Kamis (17/10/2024), konflik tersebut telah menimbulkan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Membangun pasar tenaga kerja dan perekonomian yang lebih luas di Wilayah Pendudukan Palestina,” kata ILO, merujuk pada Gaza dan Tepi Barat.

Di Tepi Barat, tingkat pengangguran antara Oktober 2023 hingga akhir September 2024 rata-rata sebesar 34,9 persen, sementara perekonomian menyusut sebesar 21,7 persen dibandingkan 12 bulan sebelumnya.

Menurut organisasi yang berbasis di Jenewa tersebut, sebelum krisis, tingkat pengangguran di Gaza adalah 45,3 persen, dan di Tepi Barat sebesar 14 persen.

Warga Gaza telah kehilangan pekerjaan sepenuhnya atau memilih pekerjaan informal dan tidak tetap yang “berfokus terutama pada penyediaan barang dan jasa dasar.”

Krisis tersebut kini telah menyebar ke Tepi Barat, tempat Israel memberlakukan pembatasan pergerakan orang dan barang.

Read More : Komisi I: Harus Ada Keadilan bagi 3 Polisi yang Tewas di Way Kanan

Ditambah lagi dengan pembatasan perdagangan yang lebih luas dan gangguan rantai pasokan yang telah memberikan dampak buruk terhadap perekonomian.

“Dampak perang di Jalur Gaza telah menimbulkan banyak korban jiwa, situasi kemanusiaan yang menyedihkan, dan kerusakan fisik,” jelas Direktur Regional ILO untuk Negara-negara Arab Ruba Jaradat.

Menurutnya, perang ini telah mengubah tatanan sosial ekonomi Gaza secara mendasar.

Baca juga: Setelah Rusia Rebut Vugledar, Intensitas Serangan di Ukraina Akan Meningkat

Meskipun hal ini juga berdampak serius terhadap perekonomian dan pasar tenaga kerja di Tepi Barat.

“Dampaknya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” jelasnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *