Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

Balaji School of Sports Science - Sri Balaji University, Pune

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

Gagasan Dewan Pertahanan Nasional Diharap Jauhi Pendekatan Represif - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

Gagasan Dewan Pertahanan Nasional Diharap Jauhi Pendekatan Represif

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana Menteri Pertahanan Sjafria Sjamsoeddin membentuk Dewan Pertahanan Nasional (DPN) diharapkan tidak menekankan represi sebagai alat utama pelaksanaan kebijakan pertahanan. Terutama dalam permasalahan yang berkaitan dengan kemasyarakatan dan politik, berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Read More : Daya Tarik Kota Sawahlunto bagi Calon Pemilik Rumah

Ketua Pengurus Pusat Inisiatif Al Araaf ini mengingatkan pentingnya mencegah DPN menggunakan pendekatan koersif dalam menangani berbagai persoalan nasional.

“Pembentukan Dewan Pertahanan Negara harus ditinjau ulang agar lembaga ini tidak mengubah persoalan apa pun. sebagai soal keamanan nasional melalui cara-cara represif,” kata Al Araf dalam keterangannya yang dikutip Selasa (12/11/2024).

Menurut dia, ancaman sekuritisasi bisa muncul jika DPN mengambil pendekatan garis keras yang lebih mengutamakan tindakan koersif dibandingkan dialog konstruktif.

Baca selengkapnya: Ancaman menjadi semakin kabur Gagasan Dewan Pertahanan Nasional memang tepat.

Al Araf berpendapat bahwa konsep sekuritisasi kemungkinan akan mendominasi pembahasan kebijakan.

Menurutnya, penggunaan paksaan dan represi dalam pelaksanaan kebijakan keamanan dan pertahanan tidak sejalan dengan prinsip supremasi hukum dan demokrasi.

Ia berharap pembentukan DPN mengedepankan keterbukaan dan dialog publik. daripada menggunakan pendekatan represif yang membatasi partisipasi masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin berencana membentuk Dewan Pertahanan Nasional untuk memperkuat pertahanan negara.

Read More : Pertumbuhan Ekonomi Nasional Yang Stabil Dorong Sektor Perumahan

Hal itu ia sampaikan pada Rabu (30/10/2024) kepada pejabat Tingkat I, II, dan III Kementerian Pertahanan RI. Di Universitas Pertahanan (Unhan) Kampus Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca selengkapnya: Kewenangan Dewan Pertahanan Nasional harus diperjelas sebelum dibentuk.

“(Ada rencana) pembentukan Dewan Pertahanan Negara yang membidangi aspek pertahanan dari paradigma yang berbeda dan tidak homogen,” kata Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, TNI Edwin Brigjen Adrian Sumantha. , menjelaskan isi Perintah Pertahanan

Sjafrie memperingatkan para pejabatnya bahwa pertimbangan penting pertahanan tidak boleh diabaikan.

Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya pembenahan organisasi kebijakan pertahanan negara yang terpusat. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *